SERANG— Pemerintah Provinsi Banten berhasil menarik minat investasi PT Sasmaya Media Integrasi untuk dua aset strategis daerah. Total nilai investasi yang diproyeksikan mencapai hampir Rp1 triliun.
Dua aset tersebut adalah Kawasan Sports Center Provinsi Banten termasuk Banten International Stadium (BIS) dan industri tepung ikan.
Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan, dari empat aset yang ditawarkan Pemprov, dua di antaranya kini mengerucut dan mendapat respon serius dari investor.
“Alhamdulillah, ada beberapa potensi yang kami ajukan, disetujui untuk dikelola investor. Dari empat yang kami ajukan, sekarang mengerucut ke dua lokasi yang insya Allah telah menarik minat dari PT Sasmaya,” kata Deden usai pertemuan di Kantor DPMPTSP Banten, KP3B, Selasa (8/9/2026).
Deden menyebut kerja sama ini diharapkan segera terwujud. Selain mengoptimalkan aset daerah, investasi ini ditargetkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan penguatan struktur APBD Provinsi Banten.
“Kami berharap kerja sama ini segera terjalin, karena akan memberikan dampak ekonomi dan juga membantu Pemprov Banten dalam struktur APBD,” ujarnya.
Ia juga menekankan dampak sosial.
“Selain berdampak secara ekonomi, kehadiran investor ini juga diharapkan mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Banten,” tutur Deden.
Pemprov Banten bersama kabupaten/kota juga terus mendorong iklim investasi untuk aset-aset potensial lainnya.
Direktur Keuangan PT Sasmaya Media Integrasi Faruq Ibnu Haqi menyebut dua aset itu masuk dalam core bisnis perusahaan, khususnya sektor konstruksi.
“Dua di antaranya akhirnya masuk dalam kriteria core bisnis kami, yaitu Banten International Stadium dan juga industri tepung ikan,” ungkap Faruq.
Untuk BIS, PT Sasmaya berencana mengembangkan kawasan terintegrasi antara olahraga dan hiburan. Hal ini juga dinilai mendukung persiapan Banten sebagai calon tuan rumah PON 2032.
“Bagaimana untuk bisa mendukung Banten ini juga memiliki sports center dan juga kawasan yang benar-benar terintegrasi antara entertain dan sport. Ini juga turut mendukung untuk bisa menyukseskan Banten untuk menjadi tuan rumah di kegiatan PON tahun 2032 nanti,” paparnya.
Sementara industri tepung ikan dipilih karena prospek besar dan mendukung program ketahanan pangan.
Berdasarkan kajian awal PT Sasmaya, Rincian Nilai Investasi:
1. Pengembangan BIS dan Kawasan Sports Center: Rp850 miliar lebih
2. Industri Tepung Ikan: Rp135 miliar
Total: Rp985 miliar
Faruq menambahkan, perusahaan masih melakukan penjajakan terhadap potensi lain di Banten.
“Masih ada penjajakan lagi potensi-potensi yang ada di Provinsi Banten, dan ini masih kita godok lagi,” katanya.***