SERANG – Panitia Seleksi (Pansel) calon direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Banten memastikan proses pendaftaran peserta akan segera dibuka dalam waktu dekat.
Saat ini, tim pansel tengah mematangkan sejumlah mekanisme dan persyaratan guna menjamin proses penjaringan berlangsung objektif, transparan, serta bebas dari kepentingan politik.
Anggota Pansel Seleksi Direksi BUMD Banten, Suwaib Amirudin, menegaskan bahwa pihaknya mendorong agar para peserta yang mengikuti seleksi tidak memiliki keterkaitan dengan partai politik.
Menurutnya, keterlibatan pengurus maupun individu yang terafiliasi kuat dengan parpol berpotensi memicu konflik kepentingan dalam pengelolaan perusahaan daerah.
“Kalau pengurus partai politik memang sebaiknya tidak ikut. Kami mendorong agar peserta yang mendaftar tidak memiliki afiliasi politik sehingga proses pengelolaan BUMD nantinya bisa lebih profesional,” ujar Suwaib, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa saat ini pansel masih melakukan penyamaan persepsi terkait seluruh tahapan dan kriteria seleksi sebelum diumumkan secara resmi kepada masyarakat.
Pengumuman mengenai jadwal pendaftaran, tahapan seleksi, hingga syarat administrasi diperkirakan akan dirilis dalam satu hingga dua minggu ke depan.
“Panitia baru terbentuk sehingga saat ini masih menyamakan persepsi. Setelah itu, baru seluruh tahapan dan persyaratan diumumkan secara terbuka kepada publik,” jelasnya.
Suwaib menambahkan, seleksi terbuka ini akan mencakup berbagai posisi strategis di lingkungan BUMD, termasuk jabatan direktur utama serta posisi manajerial lainnya.
Setiap posisi nantinya akan memiliki persyaratan khusus yang disesuaikan dengan bidang kerja dan kebutuhan spesifik perusahaan.
“Ada syarat umum dan syarat khusus. Persyaratan itu akan menyesuaikan dengan jabatan yang dilamar, apakah untuk posisi operasional, manajerial, atau direktur utama,” tuturnya.
Melalui seleksi ini, Pansel berharap dapat menjaring para pelamar yang memiliki pengalaman kepemimpinan, kemampuan manajerial yang matang, serta rekam jejak yang bersih dalam mengelola organisasi maupun perusahaan.
“Kami ingin mendapatkan figur yang sudah memiliki pengalaman dan kemampuan manajerial, sehingga ketika menduduki jabatan tersebut bisa langsung bekerja dan mengembangkan perusahaan daerah,” pungkas Suwaib.***