Reses di Bulan Muharam, Anggota DPRD Banten Muhsinin Serap Aspirasi Infrastruktur hingga Insentif Guru Diniyah

SERANG – Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai Golkar, Muhsinin, menggelar kegiatan reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026.

Agenda konstitusional ini dimanfaatkan untuk menyerap langsung aspirasi dan keluhan warga di daerah pemilihannya pada Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta ratusan warga setempat yang antusias menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka.

Dalam sesi dialog, warga kompak menyuarakan tiga kebutuhan mendesak, yaitu:

Perbaikan Infrastruktur: Peningkatan kualitas jalan lingkungan untuk memperlancar akses perekonomian warga.

Optimalisasi Drainase: Pembenahan sistem saluran air guna mengantisipasi potensi genangan dan banjir saat musim hujan.

Kesejahteraan Guru Diniyah: Permintaan insentif yang lebih layak dari pemerintah sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian para guru ngaji dalam membina karakter generasi muda.

Menanggapi keluhan tersebut, Muhsinin menegaskan berkomitmen untuk mencatat dan mengawal seluruh masukan warga agar dapat diakomodasi oleh pemerintah daerah.

“Reses ini adalah momentum bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan riil di lapangan. Aspirasi terkait jalan, drainase, maupun insentif guru diniyah akan kami tampung dan perjuangkan melalui mekanisme yang ada di DPRD Provinsi Banten,” ujar Muhsinin.

Sebagai wakil rakyat, ia menyatakan wajib menjadi jembatan yang efektif antara masyarakat dan pemerintah demi memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran.

Pelaksanaan reses kali ini terasa berbeda karena bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1448 Hijriah.

Memanfaatkan momen sakral ini, Politisi Partai Golkar tersebut mengajak masyarakat untuk mempererat solidaritas sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Reses kali ini bertepatan dengan bulan Muharam 1448 Hijriah. Di bulan yang baik ini, kita dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan berbagi, salah satunya kepada kaum janda yang membutuhkan. Ini adalah bagian dari ibadah sekaligus bentuk kepedulian sosial kita,” kata Muhsinin.

Menurutnya, esensi bulan Muharam tidak hanya sebatas refleksi spiritual, tetapi juga pengingat untuk memperkuat persaudaraan dan gotong royong di tengah masyarakat.

Mengakhiri kegiatan, Muhsinin mengapresiasi kehadiran dan sikap kritis warga yang aktif menyampaikan masukan. Ia berharap kebersamaan ini terus terjaga demi mengawal pembangunan daerah yang merata dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat Banten.***

Comments (0)
Add Comment