SERANG— Fraksi NasDem DPRD Banten menyoroti penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
NasDem Banten mendorong Pemprov lebih kreatif menggali sumber pendapatan baru.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Banten Wawan Suhada menyebut, penurunan PAD menjadi tanda Pemprov harus bekerja lebih keras. Bahkan PAD Provinsi hampir tersalip oleh PAD Tangerang.
“Ini jadi cambuk bagi Pemprov, khususnya Bapenda. Jangan hanya bergantung pada Pajak Kendaraan Bermotor bensin, karena pusat sedang mendorong kendaraan listrik,” katanya, Kamis (20/8/2026).
Ia menyarankan Bapenda menggali potensi lain seperti pajak air permukaan, pajak tambang, dan retribusi daerah. Selain itu perlu skema untuk menagih tunggakan PKB.
Menurutnya, banyak warga belum bayar bukan karena tidak mau, tapi karena akses informasi pembayaran belum maksimal.
Terkait kebijakan kendaraan listrik, NasDem menyatakan mendukung penuh aturan pusat.
Insentif pajak rendah dan biaya listrik murah diberikan untuk mendorong transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada BBM fosil.
“Kami yakin pusat sudah memikirkan dampak ke daerah. Buktinya sempat ada Permendagri yang kemudian dievaluasi. Jadi ketimpangan tarif pajak bensin dan listrik tidak perlu jadi polemik,” ujarnya.
Ia juga meyakini ke depan pemerintah pusat akan membuat skema agar kendaraan listrik bisa berkontribusi ke PAD. Terlebih dengan adanya opsen pajak untuk kabupaten/kota.
“NasDem posisinya bukan mitra kritis, tapi sahabat yang mengoreksi dan berdiskusi produktif dengan Pemprov untuk kebaikan Banten,” tutupnya.***