Pemprov Dorong Peningkatan Produksi Pertanian di Banten

“Kalau benihnya unggul produksinya akan meningkat. Selain itu, perlu diperhatikan pengolahan tanah, pupuk, pengairan, di sini banyak tadah hujan. Jika mengandalkan air tadah hujan, harus lihat momen,” ucap Yusuf.

Asda II juga mengatakan, Pemprov Banten menargetkan Banten surplus beras atau gabah pada akhir tahun 2021 ini. Hal itu ditunjang dengan pengelolaan sekitar 37 ribu hektare lahan. “Cikande saja yang berlokasi di sekitar daerah industri, hasilnya bagus, mudah-mudahan di luar kawasan industri hasilnya lebih bagus,” katanya.

Berkaitan dengan KUR, Asda II berharap dapat dikelola secara maksimal, khususnya untuk peningkatan produksi pertanian. “KUR jangan digunakan untuk keperluan lain. Biarlah nanti kebutuhan lain dipenuhi dari hasilnya (panen, red),” katanya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kunjungan tersebut untuk memastikan produktivitas pertanian, ketahanan pangan, panen, RMU tetap berjalan.

“Memastikan perintah Presiden dalam pengelolaan KUR berjalan secara optimal, ketersediaan pangan, dan RMU dipastikan menyerap gabah. Presiden juga meminta Menteri berada di lapangan, untuk mengecek penyaluran KUR,” kata Menteri Pertanian.

Oleh karena itu, Menteri berharap, Gubernur dan Bupati dapat mendorong penyerapan KUR dan dapat diserap oleh masyarakat lebih cepat lagi, sehingga pada akhirnya bisa memperkuat ekonomi dasar.

Informasi dari Distan Pemprov Banten, di lokasi kunjungan kerja Menteri Pertanian, terdapat hamparan 25 ha. Padi yang ditanam di daerah tersebut adalah varietas inpari 42. Varietas tersebut diprediksi bisa menghasilkan sekitar 6.5 ton GKP/ha.

Adapun potensi panen padi se-Kabupaten Serang pada Juli 2021 seluas 3.263 ha estimasi produksi 18.600 ton GKG. Sedangkan potensi panen padi Agustus seluas 8.115 ha, estimasi produksi 46.225 ton GKG. (*/Red)

Comments (0)
Add Comment