SERANG– Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di Provinsi Banten masih pincang.
Dari total 1.551 koperasi yang secara badan hukum sudah berdiri sejak 2025, baru sekitar 400 gerai yang fisiknya sudah terbangun.
Ironisnya, ratusan gerai yang sudah jadi itu belum bisa beroperasi maksimal karena belum memiliki manajer.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Agus Mintono, mengakui Pemprov hingga kini masih menggantungkan nasib penempatan manajer kepada pemerintah pusat.
“Manajer nanti diputuskan oleh pusat, kita belum dapat informasi. Jadi kemungkinan besar disesuaikan dengan gerai yang telah siap dan telah diverifikasi, nanti tahap bertahap,” kata Agus dikutip Jumat (2/10/2026).
Menurut Agus, dari 1.551 Kopdes yang ada, baru 694 koperasi yang sudah berjalan.
Itupun dengan modal seadanya, ada yang mengandalkan swadaya masyarakat dan ada yang ditopang dana CSR perusahaan.
“Itu ada 694 yang sudah berjalan, dengan modal sebagian daerah ada yang modal swadaya, yang sebagian daerah ada yang modal bantuan dari CSR,” ungkapnya.
Sementara sisanya, masih berjuang membangun fisik gerai. Kendala utamanya klasik, keterbatasan lahan di tingkat desa.
“Kalau Kopdes sudah berdiri sejak tahun 2025 secara badan hukum. Secara fisik di kita sekitar ada 400-an, fisik gerai sedang dibangun dan sudah jadi sekitar 400,” jelasnya.
Terkait mekanisme penempatan manajer, Agus menyebut ada tarik ulur kebijakan di pusat. Jika awalnya manajer Kopdes bisa diswitch dan ditempatkan di berbagai daerah secara acak, kini muncul wacana baru agar manajer dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing.
“Dulu itu terjadi perubahan, yang awalnya bisa diswitch ke berbagai tempat, sekarang ada wacana dikembalikan ke daerah asal. Ada wacana, ya. Kita belum tahu juga yang mana yang akan dipakai. Jadi nunggu dari Kemenkop,” kata Agus.
Ia juga belum bisa memastikan apakah manajer akan mulai bertugas pada awal Oktober 2026 sesuai target nasional.
“Iya, kalau target seperti itu. Coba kita lihat nanti realisasi secara nasional, kesiapan nasional juga itu lebih dominan,” tandasnya.***