SERANG– Meski ratusan gerai fisik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Banten sudah berdiri, posisi manajernya hingga kini masih kosong.
Pemerintah Provinsi Banten mengaku masih menunggu arahan dan plotting resmi dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Banten, Agus Mintono, mengatakan Pemprov belum menerima informasi apapun terkait jumlah maupun lokasi penempatan manajer KDMP.
“Nanti manajer diputuskan oleh pusat, kita belum dapat informasi. Jadi kemungkinan besar disesuaikan dengan gerai yang telah siap dan telah diverifikasi, nanti tahap bertahap,” ujar Agus di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Selasa (29/9/2026).
Agus menjelaskan, secara badan hukum seluruh Kopdes di Banten sudah berdiri sejak 2025. Secara fisik, sekitar 400 gerai sudah jadi dan sedang dibangun.
Total, Banten memiliki 1.551 KDMP. Dari jumlah itu, sebanyak 694 koperasi tercatat sudah berjalan dengan modal dari swadaya masyarakat maupun bantuan CSR perusahaan.
“Itu ada 694 yang sudah berjalan, dengan modal sebagian daerah ada yang modal swadana, yang sebagian daerah ada yang modal bantuan dari CSR,” ungkapnya.
Menurut Agus, operasional penuh KDMP baru akan dimulai setelah proses verifikasi dan validasi (verval) selesai dan datanya masuk ke dalam sistem Simkopdes milik Kementerian Koperasi (Kemenkop).
“Setelah selesai verval nanti masuk Simkopdes, nanti tinggal tunggu arahan dari Kemenkop,” ucapnya.
Ia menyebut, target verval sendiri dipatok rampung akhir September 2026.
“Targetnya di akhir September, ini tinggal lihat apakah tercapai atau tidak. Kalau di kita, alhamdulillah insya Allah sesuai target,” ujarnya.
Terkait mekanisme penempatan manajer, Agus mengungkapkan sempat ada perubahan aturan. Jika awalnya manajer bisa ditempatkan silang ke berbagai daerah, kini muncul wacana manajer akan dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing. Namun kebijakan finalnya belum diputuskan.
Dahulu, kata Agus, terjadi perubahan, yang awalnya bisa di-switch ke berbagai tempat, sekarang ada wacana dikembalikan ke daerah asal.
“Ada wacana, ya. Kita belum tahu juga yang mana yang akan dipakai. Jadi nunggu dari Kemenkop,” jelasnya.
Saat ditanya soal target penugasan manajer awal Oktober, Agus menyebut hal itu masih sebatas target nasional. Realisasinya sangat bergantung pada kesiapan pemerintah pusat.
“Iya, kalau target seperti itu. Coba kita lihat nanti realisasi secara nasional, kesiapan nasional juga itu lebih dominan,” pungkasnya.***