Pesan AHY di Musda V Banten: Demokrat Harus Jadi Partai Modern dan Pro-Rakyat

SERANG – Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak seluruh kader Partai Demokrat menjadikan peringatan 25 tahun partai sebagai momentum memperkuat komitmen perjuangan untuk rakyat, bukan sekadar perayaan seremonial.

Hal itu disampaikan AHY saat memberikan arahan kepada kader dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Provinsi Banten di Hotel Aston, Kota Serang, lewat Zoom Meeting, pada, Jumat (31/7/2026).

AHY mengatakan, Partai Demokrat yang didirikan pada 2001 kini memasuki usia seperempat abad.

Menurutnya, perjalanan selama 25 tahun patut disyukuri, namun yang lebih penting adalah mempersiapkan 25 tahun berikutnya agar Demokrat semakin kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Demokrat akan memperingati seperempat abad. Setelah didirikan pada tahun 2001 dan tahun ini 2026, tentu kita harus mensyukuri atas segala hal yang telah kita lalui bersama. Tanggung jawab 25 tahun ke depan ada di pundak kita semuanya,” ujar AHY.

Ia menegaskan, peringatan HUT ke-25 Demokrat tidak boleh dimaknai sebagai pesta semata, melainkan momentum mengokohkan komitmen dan meluruskan niat agar partai terus hadir melalui kebijakan maupun aksi nyata di tengah masyarakat.

AHY meminta seluruh kader menjadi garda terdepan dalam menghadirkan empati, kepedulian, serta solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, kader di daerah merupakan ujung tombak partai yang paling memahami kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam arahannya, AHY menekankan tiga agenda besar yang menjadi semangat Partai Demokrat pada usia ke-25.

Pertama, memajukan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan pengurangan kesenjangan sosial, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, serta daya beli masyarakat.

“Kita ingin terus mengawal perjuangan untuk memajukan ekonomi yang menyejahterakan seluruh rakyatnya, bukan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi menyisakan kesenjangan sosial,” katanya.

Kedua, menegakkan hukum dan keadilan. AHY menegaskan hukum harus berlaku sama bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi.

“Hukum harus ditegakkan secara adil untuk semua, tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Keadilan adalah sesuatu yang sangat hakiki. Ketidakadilan adalah sumber dari segala masalah,” tegasnya.

Ia juga meminta kader Demokrat selalu hadir mendampingi masyarakat yang lemah dan membutuhkan perlindungan hukum maupun kesempatan ekonomi yang lebih baik.

Ketiga, menjaga demokrasi. AHY menilai demokrasi harus tetap memberikan ruang bagi kebebasan berpendapat, kritik, serta peran masyarakat sipil dan pers sebagai bagian dari mekanisme checks and balances, namun tetap berada dalam koridor konstitusi.

“Demokrasi bukan hanya jargon. Ruang kritik dan ruang berbicara harus tetap dibuka dengan baik untuk masyarakat luas, civil society, dan pers sebagai pilar demokrasi,” ujarnya.

Selain menyampaikan arah perjuangan partai, AHY juga mengingatkan pentingnya soliditas organisasi dalam menghadapi dinamika politik ke depan.

Ia menyebut Musda merupakan forum konsolidasi dan rekonsiliasi untuk memperkuat organisasi dari tingkat pusat hingga akar rumput.

AHY mengenang loyalitas kader Demokrat Banten saat mempertahankan kedaulatan partai ketika menghadapi upaya pengambilalihan kepengurusan melalui Kongres Luar Biasa (KLB).

Menurutnya, dukungan kader Banten menjadi bagian penting dalam menjaga kehormatan Partai Demokrat.

“Rapatkan barisan saja tidak cukup. Bangun kekuatan. Bangun kapasitas, jaga integritas, siapkan kader terbaik untuk menghadapi kompetisi politik tahun 2029, 2031, dan seterusnya,” katanya.

Ia menambahkan, Partai Demokrat harus terus berkembang menjadi partai yang modern, cerdas, nasionalis, religius, moderat, pro-rakyat, dan progresif dengan melibatkan generasi muda, perempuan, serta seluruh elemen masyarakat.

Menutup arahannya, AHY mengingatkan bahwa kemenangan politik tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diperjuangkan melalui kerja nyata dan organisasi yang solid dari tingkat DPP hingga ranting.

“Kemenangan tidak akan jatuh dari langit. Harus kita ikhtiarkan, harus kita perjuangkan bersama. Setelah semua kontestasi selesai, kita tetap harus kembali duduk sebagai satu bangsa demi Indonesia yang semakin maju,” pungkasnya.

Diketahui, dalam musda V partai Demokrat Banten, Iti Octavia Jayabaya calon tinggal, sehingga memimpin kembali ketua DPD Partai Demokrat Banten periode 2026-2029.***

Comments (0)
Add Comment