PPDB SMA/SMK; Sekolah Negeri di Banten Hanya Mampu Tampung 40% Siswa

SERANG – Bermula dari dorongan Komisi V DPRD Banten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten angkat bicara terkait hasil pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Provinsi Banten 2020.

Sebelumnya, Koordinator Komisi V DPRD Banten, M. Nawa Said Dimyati mengaku mendapat masukan dan keluhan dari warga soal banyaknya siswa yang tak tertampung oleh sekolah negeri, yakni melalui proses PPDB online.

Dengan begitu, sesuai penjelasan dari Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan, Nawa meminta Dindikbud Banten untuk melaksanakan Permen tersebut, yang tertuang dalam Pasal 27.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, M. Yusuf menyampaikan, jika penerimaan siswa baru untuk sekolah negeri dilakukan melalu sistem jalur penerimaan yaitu jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan orang tua.

Demikian merupakan metode seleksi untuk masuk sekolah negeri. Sehingga perlu dilakukan seleksi lantaran sekolah negeri punya keterbatasan dalam daya tampung sekolah.

“Sekolah negeri hanya mampu menampung sekitar 40% dari jumlah lulusan SMP maupun MTs. Berarti ada sisa sekitar 60%, selain sekolah negeri ada sekolah swasta yang berperan mencerdaskan kehidupan bangsa, kita juga tidak ingin sekolah swasta tidak dapat murid,” ujar M.Yusuf kepada Fakta Banten, Jumat (3/7/2020).

Pemerintah mendorong agar siswa lulusan SMP/MTs tidak berkecil hati untuk tetap melanjutkan pendidikan, meski di sekolah swasta.

“Maka jika tidak tertampung di sekolah negeri maka bisa sekolah di sekolah swasta yang ada. Kami melalui sekolah maupun cabang dinas menginformasikan sekolah-sekolah swasta yang tersedia untuk mendaftar ke sekolah swasta tersebut,” lanjutnya.

Yusuf mengaku, Pemprov Banten telah menganggarkan pada tahun 2020 ini untuk membangun 33 sekolah baru. Namun dengan masuknya pandemi Covid-19, program tersebut gugur tak terealisasi. Sehingga banyak siswa di tahun 2020 yang terpaksa mengurungkan niatnya untuk bisa masuk sekolah negeri, lantaran terbentur dengan kapasitas daya tampung sekolah.

“Kita sebenarnya tahun 2020 ingin membangun 33 sekolah baru, sudah dianggarkan tetapi dengan datangnya musibah covid-19, dilakukan refocusing yang mengutamakan penyelamatan jiwa manusia dari wabah covid-19 ini,” pungkasnya. (*/JL)

Comments (0)
Add Comment