Rakor Sinkronisasi Data Kepramukaan Banten 2026 Kwarda Dorong Pendataan Lebih Akurat

PANDEGLANG – Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Data Kepramukaan tingkat Provinsi Banten digelar di Gedung Life Skill Kepemudaan, Kabupaten Pandeglang, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sistem pendataan anggota Pramuka agar lebih akurat, terpadu, dan menjadi dasar pengambilan kebijakan pembinaan generasi muda di Banten.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Banten, pengurus kwartir cabang, serta perwakilan organisasi kepramukaan dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten, Tito Istianto, mengatakan Pramuka memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan generasi muda.

Menurutnya, pembinaan kepramukaan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan data yang akurat dan terintegrasi.

“Pramuka memiliki peran besar dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan generasi muda. Karena itu, diperlukan data yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan agar pembinaan berjalan tepat sasaran,” ujar Tito.

Ia menjelaskan, sinkronisasi data kepramukaan menjadi langkah penting untuk menyatukan data kegiatan, sarana, capaian pembinaan, hingga jumlah anggota di seluruh tingkatan kwartir.

“Dengan satu data, maka perencanaan program menjadi lebih terarah, penganggaran lebih tepat, dan evaluasi kegiatan dapat dilakukan secara maksimal,” katanya.

Tito juga mengajak seluruh peserta rakor untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan, mengidentifikasi berbagai kendala, serta merumuskan solusi bersama demi penguatan sistem informasi kepramukaan yang transparan dan mudah diakses.

Sementara itu, Ketua Kwarda Provinsi Banten, Prof Suwaib Amiruddin, menegaskan pentingnya percepatan pendataan anggota Pramuka di seluruh wilayah Banten.

Ia menyebutkan, hingga saat ini Provinsi Banten telah mencatat sekitar 999 ribu anggota Pramuka dan menjadi salah satu daerah yang aktif menyetorkan data ke kwarnas melalui aplikasi Ayo Pramuka.

“Data menjadi sangat penting karena semua program pembinaan berangkat dari data. Kalau data tidak lengkap, kita tidak bisa membuat perencanaan dan prediksi program dengan baik,” ujar Suwaib.

Menurutnya, kekuatan organisasi Pramuka di daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah salah satunya ditunjang oleh sistem pendataan yang tertata dengan baik.

Karena itu, Kwarda Banten akan terus mendorong seluruh kwartir cabang, sekolah, dan satuan karya (Saka) agar aktif melakukan pendataan anggota dan kegiatan.

“Kita ingin memastikan seluruh kwaran, sekolah, dan Saka aktif berjalan. Kalau ada yang belum maksimal, harus dicari solusinya bersama,” katanya.

Suwaib juga mengungkapkan masih terdapat beberapa daerah di Banten yang dinilai belum optimal dalam pendataan anggota Pramuka, di antaranya Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak.

Melalui rakor tersebut, Kwarda Banten berharap sistem data kepramukaan di seluruh daerah dapat semakin tertib dan terintegrasi sehingga mampu mendukung program pembinaan generasi muda secara berkelanjutan.***

Comments (0)
Add Comment