Semester I 2026 Realisasi Pajak Daerah Banten Baru 38,12 Persen, Bapenda Kejar Kekurangan Rp4,2 Triliun

SERANG– Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten dari sektor pajak masih tertinggal jauh di semester I 2026. Hingga 30 Juni, realisasi baru mencapai Rp2,598 triliun atau 38,12% dari target APBD 2026 sebesar Rp6,8 triliun.

Sekretaris Bapenda Banten Akhmad Tamrin mengakui capaian ini belum memenuhi target 50% di tengah tahun.

“Pajak daerah itu sampai dengan tanggal 30 Juni itu 2,598 T realisasi. Target setahun ini 6,8 T. Belum (50 %), baru 38,12%,” kata Tamrin saat dihubungi, Senin (13/7/2026).

Tamrin menjelaskan PAD Banten bersumber dari 4 pos utama: pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah.

Untuk pajak daerah sendiri ada 7 jenis yang dikelola Bapenda. Yakni Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Alat Berat, Pajak Rokok, dan Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan atau MBLB.

“Pajak daerah ada satu, dua, tiga, empat, lima, tujuh. PKB yang favorit, ya kan? Pajak air permukaan, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak alat berat, pajak rokok, dan opsen pajak MBLB. MBLB itu minta logam dan batuan. Semacam galiansi,” jelas Tamrin.

Sementara untuk retribusi, Tamrin menyebut basis pemungutannya ada di OPD-OPD teknis.

“Kalau retribusi kan kita juga sih yang ngelola. Tapi sebenarnya basisnya di OPD-OPD kalau retribusi itu kan,” ujarnya.

Dari 7 jenis pajak, PKB menjadi penyumbang terbesar PAD Banten. Target PKB 2026 ditetapkan Rp2,39 triliun. Hingga akhir Juni 2026, realisasi PKB tercatat Rp940, 868 miliar atau 39,22%.

“PKB itu target 2,39T. Realisasi dengan 30 Juni 940, 868 miliar atau 39,22%,” kata Tamrin.

Ia menyebut pola penerimaan PKB memang tidak pernah tembus 50% di semester I.

“Gak nyampe 50%. Memang targetnya itu nggak nyampe 50% PKB,” katanya.

Secara rinci, Tamrin membeberkan realisasi per triwulan. Pada triwulan II April-Mei-Juni, Bapenda justru melampaui target hingga 102,97%.

Namun karena pada triwulan I Januari-Februari-Maret hanya tercapai 88%, maka secara kumulatif semester I tetap minus.

“Target 2-nya tercapai sampai 102,97%. Tapi karena target 1-nya itu tidak tercapai, kelebihan target yang di 2 ini nggak nutup kekurangan di 1. Nggak nutup yang kurangan 2-1,” jelasnya.

Dengan sisa waktu 6 bulan, Bapenda Banten memiliki PR besar untuk mengejar kekurangan lebih dari Rp4,2 triliun agar target Rp6,8 triliun tercapai.

Untuk mengejar target, Bapenda akan mengoptimalkan penagihan, perluasan basis data kendaraan, dan kerja sama dengan Samsat.

Tamrin juga meminta dukungan media dan stakeholder untuk mengedukasi wajib pajak.***

Comments (0)
Add Comment