SERANG – Perekonomian Provinsi Banten tumbuh melambat 4,79 persen secara yoy di tahun 2024. Di bandingkan tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Banten tumbuh lebih besar, yakni 4,81 persen.
Kepala BPS Provinsi Banten Faizal Anwar menjelaskan, enam sektor utama sebagai penyumbang sendi-sendi perekonomian di Tanah Jawara mengalami perlambatan.
Hal ini berdampak pada lambatnya pertumbuhan perekonomian Banten.
Sebagai perbandingan, di salah satu sektor kontruksi, pada tahun 2023 tercatat pertumbuhan 8,88 persen. Sektor ini tumbuh sebesar 0,04 persen, melambat pada tahun 2024.
“Ada perlambatan, terutama di enam lapangan usaha yang didominasi sektor industri dan sharenya di atas 50 persen,” katanya, Jumat (7/2/2025).
Melambatnya pertumbuhan perekonomian, terlihat juga pada kinerja ekspor Banten. Ekspor Banten tercatat meningkat 7,39 persen atau 228 juta Dolar AS, di satu sisi, impornya lebih tinggi 14,45 persen atau setara 1,30 miliar Dolar AS.
“Termasuk di sektor otomotif ada penurunan pada penjualan mobil 7,2 persen meski penjualan motor naik 3,6 persen,” jelasnya.
Di tahun 2024, kata dia, terdapat peristiwa tahun baru dan momen pemilu yang turut menambah melambatnya perekonomian di Banten tahun 2024.
“Beberapa peristiwa ekonomi di Banten seperti tahun baru dan pemilu juga turut menjadi faktor yang berpengaruh terhadap perekonomian,” terangnya.
Kendati demikian, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan agar pertumbuhan ekonomi di Banten dapat melesat. Misalnya memaksimalkan investasi ke Banten.
“Artinya produk yang datang dari luar mampu memberikan nilai tambah, tidak hanya sebatas pada perdagangan ekspor impor saja, karena itu kontribusinya kecil,” tutupnya. (*/Ajo)