Wartawan Foto ANTARA yang Hilang di Selat Sunda Bagus Khoirunnas Dijadikan Nama Ruang Rapat di Kantornya

SERANG – Perum LKBN ANTARA menyalurkan tali asih kepada keluarga Muhammad Bagus Khoirunnas, pewarta foto ANTARA yang hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di perairan Selat Sunda.

Tali asih tersebut diserahkan kepada istri Bagus, Desi Purnamasari, yang didampingi ibunda Bagus, Tini Suprihatini, serta ayahandanya, Mansyur Suryana.

Selain memberikan dukungan kepada keluarga, ANTARA juga meluncurkan ruang rapat yang diberi nama Muhammad Bagus Khoirunnas.

Penamaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi Bagus sekaligus upaya untuk mengenang karya dan pengabdiannya selama menjalankan profesi sebagai pewarta foto.

Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro mengatakan, pemberian tali asih merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap keluarga Bagus sekaligus penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami ingin terus mengenang Muhammad Bagus Khoirunnas melalui karya dan pengabdiannya. Penamaan ruang rapat ini menjadi pengingat bagi seluruh insan ANTARA bahwa ada dedikasi seorang pewarta yang telah memberikan karya terbaiknya untuk jurnalistik,” kata Virgandhi, Rabu (23/9/2026).

Menurut dia, karya jurnalistik seorang pewarta tidak sekadar menjadi dokumentasi atas sebuah peristiwa, tetapi juga dapat menjadi bagian dari catatan sejarah yang dikenang dalam waktu panjang.

Virgandhi berharap semangat dan dedikasi Bagus dalam menjalankan tugas jurnalistik dapat terus menjadi inspirasi bagi para jurnalis ANTARA.

“Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan. Kami juga berharap karya-karya Bagus tetap dikenang dan menjadi bagian dari perjalanan ANTARA dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.

Muhammad Bagus Khoirunnas merupakan pewarta foto ANTARA yang turut menjalankan tugas peliputan di kawasan Selat Sunda. Bagus dilaporkan hilang kontak bersama sejumlah orang lainnya saat berada di perairan tersebut.

Bagi ANTARA, penamaan ruang rapat tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada Bagus, tetapi juga menjadi pengingat bagi insan perusahaan terhadap dedikasi seorang pewarta dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Sementara itu, Desi berharap operasi pencarian terhadap delapan penumpang speed boat Atupadhatu 1 yang dinyatakan hilang di perairan Selat Sunda terus dilanjutkan, termasuk dengan melibatkan masyarakat nelayan di sekitar lokasi.

“Saya masih sangat berharap suami saya dan korban lainnya bisa ditemukan dengan selamat. Saya juga meminta bantuan kepada masyarakat nelayan untuk terus membantu dan menginformasikan sekecil apapun kepada keluarga,” kata Desi. (*/ARAS)

Bagus KhoirunnasSelat SundaWartawan Foto ANTARA
Comments (0)
Add Comment