MADINAH — Inspektorat Wilayah 2 Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) melakukan evaluasi terhadap pelayanan haji kali ini.
Evaluasi dilakukan Tim Inspektorat salah satunya saat menyambangi Kantor Sektor 3 PPIH Daerah Kerja Madinah, Minggu (10/5/2026).
Dari hasil evaluasi, Inspektorat meminta Petugas Sektor 3 Daker Madinah berbenah menjelang kedatangan jemaah gelombang 2 dari Makkah pasca puncak haji.
Hasil evaluasi juga menekankan perbaikan komunikasi petugas, agar jemaah tidak tersinggung dan kecewa dengan layanan.
Kepala Sektor 3, Irfan Darmawan Syah menyebut hasil evaluasi jadi bahan penting untuk meningkatkan kualitas layanan. Pihaknya berkomitmen akan melakukan perbaikan layanan.
“Tujuan dari inspektorat ini adalah untuk memberitahu kami, agar melakukan perbaikan. Ke depan kami akan berupaya lebih baik lagi, terutama dalam menghadapi gelombang kedua,” kata Irfan kepada Media Center Haji, Minggu (10/5/2026).
Adapun kedatangan gelombang 2 merupakan jemaah yang sudah menyelesaikan Puncak Haji dan Umrah Wajib di Makkah, lalu bergeser ke Madinah.
Jumlah jemaah yang bergeser ke Madinah ini diprediksi membludak dalam waktu bersamaan. Karena itu, respons petugas akan menjadi sorotan.
Irfan menegaskan poin utama evaluasi adalah cara petugas berkomunikasi dengan jemaah. Ia bilang, petugas harus menangani keluhan jemaah dengan baik.
“Cara komunikasi juga penting, jangan sampai jemaah tersinggung atau marah. Respons harus cepat, sehingga jamaah tidak merasa kecewa dengan pelayanan petugas,” tegasnya.
Petugas juga, kata dia, diminta lebih sigap dan sensitif. Keluhan sekecil apa pun harus direspons sebelum meluas.
Penanganan keluhan harus lebih proaktif, sehingga jamaah tidak perlu menyampaikan komplain ke pihak lain.
Menurut Irfan, kekecewaan jemaah sering muncul bukan karena layanan tidak ada, tapi karena cara penyampaian petugas yang kurang tepat.
Terutama komunikasi kepada jemaah lansia yang mudah tersinggung atau butuh penjelasan berulang.
Selain komunikasi, layanan kesehatan juga jadi perhatian. Irfan memastikan pelayanan medis di Sektor 3 sudah optimal, dengan dokter yang selalu siaga 24 jam.
“Jika tidak bisa ditangani di sini, akan dirujuk dan dikoordinasikan KKHI Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan rumah sakit di Arab Saudi,” jelasnya.
Kata Irfan, tim medis juga rutin visitasi ke kloter setiap hari. Fokusnya jemaah lansia dan disabilitas.
Dengan evaluasi ini, petugas Sektor 3 diharapkan lebih responsif dan humanis saat gelombang 2 tiba di Madinah. Tujuannya agar jemaah nyaman beribadah tanpa rasa kecewa.
“Jangan sampai jemaah pulang bawa cerita kecewa. Kita layani dengan hati,” tutup Irfan. (*/Red/MCH-2026)