Panas Ekstrem di Miqot Bir Ali, Jemaah Haji Diimbau Waspadai Heatstroke 

MADINAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah mengingatkan jemaah haji Indonesia, khususnya lansia dan penyandang disabilitas, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko heatstroke.

Terutama saat menjalani miqot di Bir Ali. Pasalnya, sejumlah jemaah akan berjalan kaki cukup jauh dari lokasi bus hingga ke Masjid Dzulhulaifah untuk shalat sunnah.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan Penyelenggara Jemaah Haji (Kasi PKP PJH) sekaligus penanggung jawab layanan lansia dan disabilitas Daker Madinah, dr. Andari Sukma D. Rahmalia, menegaskan bahwa persiapan sejak dari hotel menjadi paling utama menjaga kondisi kesehatan jemaah.

“Persiapan sungguh diperlukan. Sejak di hotel, jemaah diimbau untuk tidak turun dari bus, terutama bagi lansia dan disabilitas,” ujar Andari saat memberikan imbauan di Bir Ali.

Ia menjelaskan, durasi miqot yang relatif singkat ditambah suhu ekstrem di Madinah yang mencapai 40 hingga 41 derajat Celsius berpotensi memicu gangguan kesehatan serius, seperti heatstroke.

Untuk itu, jemaah diminta membawa bekal yang cukup sebelum berangkat, terutama air minum dan perlengkapan pelindung diri.

Selain itu, penggunaan botol semprot (spray) juga dianjurkan untuk membantu menurunkan suhu tubuh saat terpapar panas.

“Jemaah disarankan minum air sedikit-sedikit, setiap 10 hingga 20 menit sebanyak dua sampai tiga teguk. Gunakan juga sunscreen atau lotion untuk menjaga kelembapan dan hidrasi tubuh,” katanya.

Lebih lanjut, Andari menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri seperti payung, topi, masker, atau penutup kepala lainnya guna meminimalisir paparan langsung sinar matahari.

“Penggunaan payung, topi, masker, atau syal sangat dianjurkan. Jemaah laki-laki juga bisa menggunakan penutup kepala hingga waktu miqot tiba. Ini penting untuk mencegah heat injury, terutama heatstroke,” ujarnya.

PPIH berharap jemaah dapat mematuhi seluruh imbauan kesehatan tersebut agar dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman dan lancar di tengah kondisi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi. (*/Red/MCH-2026) 

Bir AliCuaca EkstremHaji 1447 HijriyahHaji 2026Jemaah HajiMadinahSuhu panas
Comments (0)
Add Comment