PPIH Gencarkan Sosialisasi Skema Murur-Tanazul Agar Puncak Haji Berjalan Lancar dan Aman

MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mempercepat sosialisasi skema pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Sosialisasi khususnya mekanisme murur dan tanazul kepada petugas kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dan KBIHU.

Langkah ini dilakukan agar seluruh jemaah Indonesia bisa mengikuti puncak haji dengan aman dan tanpa kendala kesehatan.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, mengatakan sosialisasi sudah berjalan di 10 sektor Makkah.

Fokusnya adalah menyamakan pemahaman petugas di lapangan soal teknis Armuzna tahun ini.

“Intinya kami berharap melalui kegiatan sosialisasi ini semua bersinergi bahu-membahu untuk memastikan seluruh jemaah haji kita bisa mengikuti puncak ibadah haji secara normal, sehat, tanpa terkendala hal-hal yang menghalangi puncak ibadah haji,” ujar Puji di Makkah, Sabtu (16/5/2026).

Puji yang juga Wakil Penanggung Jawab II PPIH Arab Saudi, menekankan pentingnya menjaga kondisi jemaah sebelum masuk Armuzna.

Manajemen kesehatan dan aktivitas jemaah jadi pesan utama agar mereka tidak kelelahan saat puncak haji.

Selain itu, PPIH juga menjelaskan skema murur dan tanazul yang diterapkan karena keterbatasan kapasitas di Muzdalifah.

Jemaah lansia, resiko tinggi atau risti, penyandang komorbid, dan pendamping lansia akan masuk skema murur.

Mereka nantinya akan langsung diangkut bus ke Mina tanpa harus turun dan bermalam di Muzdalifah.

“Mereka tidak harus turun di Muzdalifah dan tidak harus menunggu tengah malam untuk melewati Muzdalifah,” jelas Puji saat sosialisasi di Sektor 6 wilayah Jarwal.

Sementara jemaah yang dalam kondisi sehat akan mengikuti skema tanazul, yakni mabit di Muzdalifah lalu diberangkatkan ke Mina setelah tengah malam.

Puji meminta ketua kloter dan pembimbing ibadah mengikuti ketentuan yang ditetapkan Satuan Operasi Armuzna dan PPIH Arab Saudi.

Saat ini finalisasi mekanisme, aturan, dan pembagian jemaah untuk masing-masing skema masih digodok.

“Hari-hari ini kita sedang menggodok finalisasi mekanisme, peraturan dan pembagian jemaah yang akan mengikuti skema-skema tersebut. Sehingga pada waktunya nanti kita berharap semua jemaah haji kita itu terlayani dengan baik,” tutupnya. (*/Red/MCH-2026) 

ArmuznaHaji 2026Ibadah HajiJemaah HajiKemenhajKementerian Haji dan Umrah
Comments (0)
Add Comment