Kloter Perdana Kedatangan Jemaah Haji Indonesia Bakal Disambut Dubes Arab Saudi dan Konjen RI di Madinah

MCH – Kedatangan jemaah haji Indonesia kloter pertama tahun 2026 bakal mendapat penyambutan khusus dari Duta Besar Arab Saudi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Bandara Madinah.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyatakan seluruh persiapan teknis hingga sistem pelayanan telah siap, sehingga pelaksanaan haji tahun ini diharapkan berjalan lebih lancar.

Kepala Bidang Transportasi PPIH 2026, Syarif Rahman, mengatakan skema penyambutan kloter perdana sudah final tanpa kendala berarti.

“Untuk penyambutan kloter perdana, kita sudah fiks, tidak ada masalah. Dari sisi sistem semua sudah siap,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan, seluruh jemaah dipastikan telah mengantongi Kartu Nusuk sejak di tanah air.

Dokumen tersebut menjadi syarat penting selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

“Jemaah InsyaAllah sudah menerima Kartu Nusuk sebelum berangkat, sehingga meminimalkan kendala saat tiba di Saudi,” kata Syarif.

Kloter pertama akan berangkat dari Embarkasi Cengkareng (JKG/CGK) pada Selasa (21/4/2026) dan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA), Madinah, Rabu (22/4/2026).

Jemaah juga akan memanfaatkan layanan fast track, sehingga proses kedatangan berlangsung lebih cepat.

“Memang waktunya cukup singkat, tetapi seluruh persiapan sudah matang,” tambahnya.

Syarif optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini akan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hal itu didukung peningkatan kualitas bimbingan teknis (bimtek) bagi petugas.

“Kedisiplinan, ketaatan, dan kekompakan petugas semakin baik. Insyaallah haji tahun ini akan lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanselerai KJRI Jeddah, Soeharyo Tri Sasongko, memastikan penyambutan resmi akan dilakukan langsung oleh Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, bersama Konsul Jenderal RI, Yusron B. Ambary.

“InsyaAllah pada Rabu pagi, Bapak Dubes dan Bapak Konjen akan menyambut langsung kedatangan jemaah kloter pertama di Madinah,” katanya.

Menurut Soeharyo, seluruh jemaah kloter perdana telah mengantongi kartu nusuk sebelum tiba di Arab Saudi.

Kondisi ini menjadi kemajuan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang sempat mengalami keterlambatan distribusi.

“Ini patut disyukuri, karena akan sangat mengurangi potensi permasalahan di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, sebagian jemaah akan melalui jalur Makkah Route (Mecca Road), yakni proses keimigrasian yang telah dilakukan sejak di bandara keberangkatan di Indonesia.

Dengan skema tersebut, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan imigrasi saat tiba di Arab Saudi.

“Begitu mendarat, jemaah bisa langsung menuju bus dan diberangkatkan ke hotel masing-masing. Ini tentu sangat membantu kelancaran dan kenyamanan jemaah,” kata Soeharyo.

Pemerintah pun menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama lintas pihak, termasuk Kementerian Agama RI dan otoritas Arab Saudi, yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas layanan haji tahun ini.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, penyelenggaraan haji 2026 diharapkan berjalan lebih tertib, lancar, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia. (*/Nandi)

Haji 2026Jemaah HajiKementerian Haji dan UmrahPetugas HajiPPIH
Comments (0)
Add Comment