LEBAK – Media sosial kembali diramaikan oleh video tentang kelanjutan konfrontasi antara sosok Transgender dengan kelompok yang disebut “Team Pembasmi Bowtie”.
Namun kali ini, transgender yang disebut dengan panggilan “Mami” itu menunjukkan nyali dengan menemui langsung mereka yang disebut para pelaku yang telah mempersekusi dirinya di kawasan Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Meski video itu tidak menunjukkan wajah para pelaku, namun seperti ada dialog saling menanggapi antara “Mami” dari kaum Banci itu dengan sosok pelaku yang hanya terdengar suaranya.
Mami mempertanyakan nyali para pelaku tersebut yang hanya berani bertindak anarkis jika sedang berkelompok.
Dengan nada suara yang sangat tegas, Mami melontarkan kalimat tantangan: “Jangan keroyokan. Satu lawan satu berani gak?”
Tidak hanya menantang, Mami juga memberikan “ceramah” kepada mereka, menegaskan bahwa tindakan kekerasan dan persekusi dengan dalih apa pun adalah sebuah kesalahan besar yang tidak boleh diulangi lagi.
Diketahui, aksi Mami Banci kali ini merupakan buntut dari sebuah teror yang dilakukan sekelompok pemuda yang menyasar kaum LGBT dan kebetulan dialami oleh sang Mami sendiri.
Sebelumnya, sempat viral video aksi sekelompok pemuda yang menamakan diri mereka sebagai “Team Pembasmi Bowtie”.
Kelompok ini terekam melakukan pengejaran dan persekusi terhadap kaum LGBT di kawasan Alun-alun Rangkasbitung, yang berujung pada kericuhan dan memanasnya situasi di ruang publik.
Aksi Mami ini tentu menuai berbagai reaksi dari warganet.
Ketegasan dan keberanian si Mami menjadi signal perlawanan dari kaum LGBT tersebut terhadap tindak kekerasan dan upaya main hakim sendiri yang kerap dilakukan oleh sekelompok orang. (*/Red)