LEBAK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak dipastikan tetap berjalan sesuai target meski sempat menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan.
Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah Kabupaten Lebak menegaskan bahwa berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Dalam beberapa bulan terakhir, program yang bertujuan mendukung pemenuhan gizi masyarakat tersebut terus diperluas di berbagai wilayah Kabupaten Lebak.
Di tengah proses pelaksanaannya, sejumlah persoalan teknis seperti distribusi dan koordinasi lapangan sempat menjadi perhatian.
Namun, kondisi tersebut disebut tidak berdampak signifikan terhadap keberlangsungan program.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani, mengatakan bahwa pelaksanaan MBG hingga saat ini tetap berjalan dan mampu menjangkau sasaran penerima manfaat sesuai perencanaan.
“Setiap program berskala besar tentu memiliki tantangan di lapangan. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak bersama-sama mencari solusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” ujar Asep, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga dukungan berbagai pihak yang selama ini ikut mengawal pelaksanaannya.
Mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, organisasi masyarakat, media massa, hingga kelompok masyarakat yang aktif memberikan masukan.
Ia menilai keterlibatan publik menjadi bagian penting dalam menciptakan program yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Karena itu, kritik dan saran dari masyarakat dianggap sebagai bentuk kontrol sosial yang dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas layanan.
“Masukan dari masyarakat sangat penting bagi kami. Justru melalui pengawasan dan partisipasi publik, program ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar,” katanya.
Asep juga mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Lebak untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat serta meningkatkan koordinasi lintas sektor.
Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.
Selain memperkuat pelayanan, keterbukaan informasi kepada publik juga menjadi perhatian. Menurutnya, transparansi dalam pelaksanaan program akan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan oleh kelompok sasaran.
Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Melalui penyediaan makanan bergizi yang terukur dan terpantau, program ini diharapkan mampu membantu menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan memiliki daya saing di masa depan.
Ke depan, BGN berharap sinergi antara penyelenggara program, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pelaksanaan MBG di Kabupaten Lebak semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.
“Pintu komunikasi selalu terbuka. Kami berharap seluruh elemen masyarakat terus memberikan masukan yang konstruktif agar pelayanan yang diberikan semakin baik dari waktu ke waktu,” pungkas Asep. (*/Sahrul).