Puskesmas Cikulur Raih Juara II CKG Lebak, Jemput Bola Jadi Kunci Perluas Layanan Kesehatan

LEBAK– Capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Lebak tidak hanya berbicara tentang angka pemeriksaan.

Di balik meningkatnya cakupan tersebut, terdapat upaya fasilitas kesehatan mendekatkan layanan kepada masyarakat, terutama mereka yang belum memiliki kesadaran untuk memeriksakan kondisi kesehatan sebelum muncul keluhan.

Salah satu fasilitas kesehatan yang mencatat capaian tinggi adalah Puskesmas Cikulur.

Hingga September 2026, Puskesmas Cikulur telah memeriksa 21.001 orang atau sekitar 68,8 persen dari total 30.513 sasaran CKG di wilayah kerjanya.

Capaian tersebut mengantarkan Puskesmas Cikulur meraih Juara II program CKG tingkat Kabupaten Lebak.

Kepala Puskesmas Cikulur, Ns. Rini Nopiani, S.Kep., MKM, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara petugas kesehatan, kader, pemerintah desa, lintas sektor dan masyarakat.

Menurut Rini, pendekatan yang digunakan tidak sebatas menunggu masyarakat datang ke Puskesmas.

Petugas justru berupaya mendatangi dan mengidentifikasi warga yang belum mengikuti pemeriksaan.

“Strategi utama kami adalah jemput bola dengan mengoptimalkan kader dan jejaring di desa, memperkuat sosialisasi melalui berbagai kanal komunikasi, serta melakukan kolaborasi dengan lintas sektor,” kata Rini.

Ia menjelaskan, petugas secara aktif mengajak masyarakat yang belum mengikuti CKG.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi kader dan tenaga kesehatan, serta pelayanan yang diupayakan lebih cepat dan terintegrasi.

Pendekatan kepada masyarakat juga dilakukan secara ramah dan persuasif. Hal ini dinilai penting karena salah satu tantangan CKG bukan hanya persoalan akses layanan, tetapi juga cara pandang masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan.

“Tidak hanya menunggu masyarakat datang ke Puskesmas, tetapi aktif mengidentifikasi dan mengajak masyarakat yang belum mengikuti CKG,” ujarnya.

Rini menyebut masih terdapat sejumlah kendala dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.

Salah satunya adalah anggapan bahwa pemeriksaan kesehatan belum diperlukan selama seseorang tidak merasa sakit.

Selain itu, terdapat masyarakat yang khawatir terhadap hasil pemeriksaan maupun warga yang terkendala kesibukan dan aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari tantangan edukasi kesehatan.

CKG pada dasarnya tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang sedang mengalami keluhan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui kondisi kesehatan dan faktor risiko lebih awal.

Dari pemeriksaan yang telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Cikulur, petugas menemukan sejumlah persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, antara lain hipertensi, diabetes melitus (DM), dan tuberkulosis (TB) paru.

Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Penyakit maupun faktor risiko kesehatan tidak selalu disadari sejak awal karena sebagian orang dapat tetap beraktivitas meskipun memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Karena itu, keberhasilan CKG tidak semata-mata diukur dari banyaknya warga yang datang melakukan pemeriksaan, tetapi juga dari kemampuan layanan kesehatan mengedukasi masyarakat agar semakin sadar terhadap kondisi tubuhnya.

Bagi Puskesmas Cikulur, penghargaan sebagai Juara II justru menjadi dorongan untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki capaian.

Rini mengatakan pihaknya akan mengevaluasi berbagai kekurangan yang masih ditemukan sekaligus mempertahankan strategi yang telah berjalan.

“Setelah meraih Juara II, target berikutnya adalah meningkatkan performa, mengevaluasi kekurangan dan mempersiapkan untuk meraih Juara I,” katanya.

Target tersebut memperlihatkan bahwa capaian CKG dipandang sebagai proses pelayanan yang harus terus diperbaiki, bukan sekadar pencapaian dalam sebuah penilaian.

Komitmen Puskesmas Cikulur tersebut sejalan dengan arah Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dalam mendorong peningkatan cakupan CKG di seluruh wilayah.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, membenarkan bahwa Puskesmas Cikulur memperoleh peringkat kedua dalam capaian CKG di Kabupaten Lebak.

“Ya betul, Cikulur mendapatkan peringkat kedua di Lebak,” ujar Endang.

Menurut Endang, penilaian peringkat CKG didasarkan pada capaian persentase pemeriksaan.

Semakin tinggi persentase capaian suatu fasilitas pelayanan kesehatan, semakin tinggi pula posisi yang diperoleh dalam penilaian tersebut.

Namun, bagi Dinkes Lebak, angka capaian bukan tujuan akhir.

Peningkatan cakupan diharapkan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat melalui deteksi lebih awal terhadap penyakit maupun faktor risiko kesehatan.

Endang menyampaikan bahwa capaian CKG Kabupaten Lebak hingga September 2026 berada di kisaran 54 persen.

Angkat tersebut sudah melampaui target nasional yaitu sebesar 46 persen.

Meskipun demikian, Dinkes tetap menargetkan cakupan CKG terus meningkat hingga 60 persen pada akhir tahun.

“Semakin meningkat capaian, berarti program prioritas Presiden dilaksanakan dengan baik. Target kami 60 persen di akhir tahun agar semua warga kita bisa mencegah penyakit ataupun mengetahui adanya penyakit,” katanya.

Lebak sendiri disebut berada pada posisi keempat di Provinsi Banten dalam capaian CKG berdasarkan penyampaian Dinkes Lebak.

Karena itu, peningkatan cakupan masih menjadi pekerjaan bersama agar semakin banyak masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan.

Program CKG pada akhirnya bukan sekadar perlombaan antar-Puskesmas.

Peringkat dapat menjadi indikator capaian, tetapi manfaat yang lebih penting adalah semakin banyak warga yang mengetahui kondisi kesehatannya.

Kolaborasi antara Puskesmas Cikulur dan Dinas Kesehatan Lebak menunjukkan bahwa peningkatan layanan membutuhkan kerja berlapis: petugas kesehatan memberikan pelayanan, kader membantu menjangkau warga, jejaring desa memperkuat sosialisasi, sementara Dinas Kesehatan memastikan program terus bergerak dan cakupannya meningkat.

Dengan pola tersebut, masyarakat tidak hanya didorong datang ketika sakit, tetapi juga dibiasakan mengenali kondisi kesehatan lebih awal.

Dinkes Lebak pun mendorong seluruh Puskesmas untuk terus meningkatkan capaian CKG melalui pelayanan dan edukasi kepada masyarakat.

“Pencapaian CKG didorong agar semakin meningkat. Karena itu Puskesmas semoga bisa berlomba-lomba dalam kebaikan demi mewujudkan Lebak Ruhay dan masyarakat sehat,” kata Endang.

Ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi perhatian utama.

“Pelayanan masyarakat adalah utama bagi kita, mari kita sama-sama meningkatkannya,” ujarnya.

Bagi Puskesmas Cikulur, Juara II menjadi catatan atas kerja yang telah dilakukan.

Namun, pekerjaan berikutnya jauh lebih penting: memastikan semakin banyak warga yang memperoleh pemeriksaan, memahami kondisi kesehatannya, dan memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

Dengan demikian, keberhasilan CKG tidak berhenti pada sebuah peringkat, tetapi diterjemahkan menjadi pelayanan kesehatan yang semakin dekat, mudah dijangkau dan bermanfaat bagi masyarakat. (*/Sahrul).

Cek kesehatan gratisckgLebakPuskesmas Cikulur
Comments (0)
Add Comment