LEBAK – Pelestarian tradisi masyarakat adat membutuhkan ruang komunikasi agar nilai-nilai budaya tetap dapat berjalan seiring dengan perkembangan masyarakat.
Hal itu menjadi salah satu pembahasan ketika Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menerima audiensi Masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang di ruang kerjanya, Kamis (17/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara Pemerintah Kabupaten Lebak dan perwakilan Kasepuhan Cisungsang.
Selain membahas persoalan yang berkaitan dengan ritual adat, pertemuan juga menyinggung kebutuhan masyarakat di bidang pertanian.
Bagi Kabupaten Lebak, masyarakat adat merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah.
Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat adat diperlukan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencari pemahaman bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Lebak akan terus membangun komunikasi dan sinergi dengan masyarakat adat. Berbagai aspirasi yang disampaikan tentu akan menjadi bahan perhatian dan pembahasan bersama sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Hasbi.
Dalam audiensi tersebut, pembahasan juga menyentuh persoalan pupuk bersubsidi yang berkaitan langsung dengan aktivitas petani.
Hasbi menjelaskan bahwa pupuk bersubsidi memiliki mekanisme penyaluran yang harus mengikuti ketentuan pemerintah.
Karena itu, petani perlu memahami proses pendataan, penyusunan kebutuhan, pengajuan hingga pemanfaatan pupuk.
Pemahaman terhadap prosedur tersebut dinilai penting agar kebutuhan petani dapat tercatat dengan baik dan penyaluran bantuan berjalan sesuai ketentuan.
“Petani membutuhkan edukasi agar memahami prosedur dan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai bantuan tidak terserap karena administrasinya belum lengkap atau data petaninya belum sesuai,” ujarnya.
Sementara itu, Abah Usep dari Kasepuhan Cisungsang menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lebak atas perhatian terhadap kebutuhan masyarakat adat, khususnya terkait akses menuju wilayah Kasepuhan Cisungsang.
Ia menyampaikan rasa syukur atas bantuan pemerintah dalam perbaikan akses jalan menuju kawasan Kasepuhan Cisungsang.
Audiensi tersebut memperlihatkan pentingnya dialog dalam menjaga hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat adat.
Di satu sisi, pelestarian tradisi tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sementara di sisi lain berbagai kebutuhan seperti akses infrastruktur dan dukungan terhadap sektor pertanian juga perlu dibicarakan melalui mekanisme yang sesuai.
Dengan komunikasi yang terbuka, aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung dan menjadi bahan pembahasan pemerintah dalam menentukan langkah sesuai kewenangan serta peraturan yang berlaku. (*/Sahrul).