MAKKAH – Pergerakan jemaah haji Indonesia tahap pertama resmi dimulai pada Jum’at, 12 Dzulhijjah 1447H / 29 Mei 2026. Sebanyak 132.568 jemaah atau 68 persen bertolak dari Mina menuju Makkah melalui jalur nafar awal.
Bus-bus juga mulai bergerak sejak pukul 06.00 Waktu Arab Saudi dari sektor ad hoc.
Wakil Satgas Mina Zaenal Muttaqin melaporkan dari lapangan, menunjukkan bahwa arus keberangkatan terpantau berjalan lancar sejak pagi.
“Mulai pukul 6 sudah mulai pergerakan naik bus. Jadi jam setengah 7 atau jam 7 sudah mulai meninggalkan Mina. Sejak pagi, jemaah haji sudah banyak yang bergerak dari Mina menuju Makkah untuk mengambil nafar awal,” ujarnya, Jum’at (29/5/2026).
Dari total kuota 500 sekian kloter Indonesia, sekitar 424 kloter memilih nafar awal. Jemaah di kloter tersebut dipastikan sudah menyelesaikan mabit di Mina selama dua malam dan melempar jumrah pada 11 Dzulhijjah.
Satgas Mina menargetkan pergerakan massal selesai pukul 14.00 WAS. Namun Zaenal menyebut waktu operasional diperpanjang hingga pukul 17.00 WAS untuk mengantisipasi antrean bus dan kepadatan di pintu keluar Mina.
“Untuk hari ini, mereka sampai pergerakan pemerintahan terakhir pukul 14, diusahakan nanti sampai pukul 17,” jelasnya.
Petugas gabungan dari Daker Makkah, sektor ad hoc, dan Kemenhaj disiagakan di setiap titik transit. Skema by name by kloter diterapkan agar tidak ada jemaah yang tertinggal atau naik bus kloter lain.
Zaenal menegaskan disiplin waktu menjadi faktor utama sahnya nafar awal. Jemaah wajib sudah berada di luar batas Mina sebelum ghurūb asy-syams atau terbenam matahari. Jika terlambat, status otomatis berubah menjadi nafar tsani dan wajib mabit satu malam lagi di Mina.
Hingga sore, belum ada laporan penumpukan signifikan. Petugas terus mengimbau jemaah tetap tenang, menjaga dokumen, dan mengikuti arahan ketua kloter.
Dengan 68% jemaah bertolak hari ini, beban tenda dan konsumsi di Mina pada 13 Dzulhijjah diprediksi berkurang drastis. (*/Red/MCH-2026)