MADINAH — Kisah inspiratif datang dari seorang jemaah haji asal Yogyakarta, Subur Adi Cahyono, yang berhasil mewujudkan niatnya memberangkatkan sang anak ke Tanah Suci di usia muda.
Dengan penuh rasa syukur, Subur mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat memfasilitasi anaknya, Novem Bill Ichtiar, untuk menunaikan ibadah haji.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah atas segala nikmat, sehingga saya sebagai orang tua bisa memfasilitasi anak untuk menunaikan rukun Islam yang kelima,” ujar Subur.
Ia menjelaskan, Novem telah didaftarkan sebagai calon jemaah haji sejak tahun 2012, saat usianya masih sekitar tiga tahun.
Keputusan tersebut diambil agar anaknya dapat berangkat di usia yang lebih siap secara fisik.
“Karena haji itu bukan hanya soal ongkos, tapi juga membutuhkan tenaga yang ekstra. Jadi saya ingin anak saya berangkat saat stamina masih benar-benar fit,” katanya.
Dalam kesehariannya, Subur bekerja sebagai teknisi gigi dan juga aktif sebagai Ketua Asosiasi Teknisi Gigi di Yogyakarta.
Ia mengaku secara konsisten menyisihkan sebagian penghasilannya untuk kebutuhan ibadah.
“Saya setiap hari berusaha menyisihkan rezeki, baik untuk berbagi maupun untuk ibadah. Kami juga berkomitmen tidak menggunakan dana yang sudah diniatkan untuk kebaikan,” tambahnya.
Sementara itu, Novem Bill Ichtiar mengaku bahagia bisa menunaikan ibadah haji di usia 17 tahun.
Ia menyebut telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari mengikuti manasik hingga menjaga kondisi fisik.
“Alhamdulillah senang. Persiapannya ikut manasik haji, jaga kesehatan dan stamina, semuanya diarahkan oleh ayah,” ungkap Novem.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, keluarga, guru, serta teman-temannya yang telah memberikan dukungan dan doa.
“Saya berterima kasih kepada ayah, keluarga, guru, dan teman-teman. Semoga mereka juga bisa menyusul menunaikan ibadah haji,” katanya.
Novem turut memanjatkan doa khusus untuk ibunya yang belum dapat berangkat tahun ini.
“Buat ibu, semoga selalu sehat dan panjang umur,” tuturnya.
Di sisi lain, Subur mengajak generasi muda untuk mulai mempersiapkan ibadah haji sejak dini, baik dari sisi finansial maupun kesiapan fisik dan mental.
“Ibadah haji ini bukan hanya soal biaya, tapi juga kesiapan fisik dan mental. Jalan kaki saja bisa berkilo-kilo setiap hari,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelayanan penyelenggaraan haji tahun ini yang dinilai semakin baik, mulai dari proses di Kementerian Agama, asrama haji, hingga layanan di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, pelayanan dari awal keberangkatan sampai di sini sangat memuaskan,” pungkasnya. (*/Red/MCH-2026)