MADINAH – Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah, Dr. Khalilurrahman, mengimbau jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan selama berada di Tanah Suci, mulai dari hal sederhana seperti menjaga sandal saat beribadah di Masjid Nabawi hingga mengantisipasi cuaca panas ekstrem.
“Kami ingin memastikan keselamatan dan kesehatan jemaah haji. Salah satu yang krusial di Madinah adalah banyak jemaah lupa membawa sandal setelah shalat di Masjid Nabawi, sehingga menyebabkan kaki melepuh,” ujar Khalilurrahman, Rabu (22/4/2026).
Ia menyarankan agar jemaah tidak menitipkan sandal di loker masjid karena jumlahnya sangat banyak dan berpotensi tertukar.
“Sebaiknya sandal dibawa, dimasukkan ke kantong plastik, lalu didekatkan saat shalat atau disimpan di dalam tas,” katanya.
Selain itu, jemaah juga diminta mewaspadai kenaikan suhu yang secara bertahap akan mencapai 45 hingga 47 derajat Celsius.
Untuk itu, jemaah diimbau membawa perlengkapan pelindung diri seperti masker, payung, semprotan air, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
“Air minum harus cukup, minimal 200 ml dan diminum secara bertahap, tidak sekaligus,” ujarnya.
Khalilurrahman juga mengingatkan jemaah agar tidak ragu meminta bantuan kepada petugas yang siaga 24 jam.
“Jika terpisah dari rombongan atau membutuhkan bantuan, silakan bertanya. Petugas siap membantu, termasuk kebutuhan makan, minum, hingga komunikasi,” katanya.
Terkait pelaksanaan ibadah Arbain di Nabawi, Kadaker menekankan pentingnya disiplin waktu sesuai jadwal kedatangan dan kepulangan.
“Jika waktunya memungkinkan, segera maksimalkan shalat sejak tiba. Namun jika tidak mencukupi, cukup niatkan, insya Allah sudah dicatat sebagai kebaikan,” ujarnya.
Ia memastikan proses kedatangan jemaah kloter pertama berjalan lancar tanpa kendala, termasuk di proses imigrasi.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian penyambutan berjalan aman, lancar, dan nyaman, tidak ada jemaah yang tertahan,” katanya.
Menurutnya, pelayanan kepada jemaah, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, terus dioptimalkan dengan respons cepat dari petugas.
“Kami mengusung haji ramah lansia, perempuan, dan disabilitas. Petugas harus sigap membantu jemaah yang membutuhkan,” ujarnya.
Khalilurrahman juga mengajak jemaah memperbanyak solawat selama berada di Madinah untuk menambah kekuatan spiritual dalam beribadah.
“Solawat sederhana bisa menjadi penguat rohani dan jasmani agar ibadah berjalan lancar,” katanya.
Ia pun meminta keluarga jemaah di Indonesia tidak khawatir terhadap kondisi para jamaah.
“Jemaah mendapatkan layanan hotel setara bintang tiga dan empat, makanan bergizi, serta pendampingan petugas selama 24 jam,” ujar Khalilurrahman. (*/Nandi)