Puluhan Tahun Menabung dari Hasil Jadi Buruh Tani, Taswin Akhirnya Tiba di Madinah untuk Berhaji

 

MADINAH – Di antara ribuan jemaah haji Indonesia gelombang pertama yang tiba di Madinah pada Kamis (23/4/2026), sosok jemaah bernama Taswin (67) mencuri perhatian.

Pria asal Langkat, Sumatera Utara itu tampak sederhana di tengah kerumunan, namun semangatnya untuk menunaikan ibadah haji begitu kuat.

Meski usianya tak lagi muda, Taswin tetap menunjukkan antusiasme tinggi setibanya di Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.

Perjalanan panjang yang ia tempuh menjadi bukti kesabaran dan tekadnya selama bertahun-tahun.

Taswin mengaku telah menunggu cukup lama sejak pertama kali mendaftar haji.

Penantian panjang itu akhirnya terbayar pada tahun ini, ketika ia benar-benar bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci.

“13 tahun (menunggu berangkat haji-red),” kata Taswin saat ditemui di Bandara AMAA Madinah, Kamis (23/4/2026).

Dalam kesehariannya, Taswin bekerja sebagai buruh tani. Dengan penghasilan yang terbatas, ia tetap menyisihkan sebagian rezekinya sedikit demi sedikit demi mewujudkan impian berhaji.

“Saya orang, gimana ya, kerjanya itu buruh tani lah katakan. Nabung setoran pertama ini kalau ada rejeki kita tabung sedikit-sedikit,” kata dia.

Kerja keras dan kesabarannya selama puluhan tahun akhirnya membuahkan hasil. Taswin mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.

“Alhamdulillah rasanya, tak bisa diungkapkan, bersyukur saja,” ucapnya.

Saat menceritakan perjalanannya, mata Taswin tampak berkaca-kaca. Raut wajahnya memancarkan rasa haru sekaligus syukur yang mendalam.

“Iya seperti mimpi lah. Saya ini orang susah, rasanya nih ini memang mungkin panggilan Allah untuk saya bisa sampai ke sini,” lanjutnya.

Ia pun menyampaikan pesan kepada keluarga di kampung halaman agar tetap bekerja keras dan menabung demi bisa menyusul beribadah ke Tanah Suci.

“Buat keluarga di rumah bekerjalah sebaik baiknya, nabunglah supaya bisa berangkat ke tanah Suci ini,” ungkapnya.

Kisah serupa juga dirasakan oleh Wardiati (63), jemaah lain yang turut tiba di Madinah pada hari yang sama. Ia mengaku harus menunggu selama 13 tahun untuk bisa berangkat haji.

Setibanya di Madinah, Wardiati merasakan campuran emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

“Senang sedih bahagia bercampur. Semua. Bisa diberikan Allah kemari alhamdulillah meskipun kita sekian tahun menunggu disampaikan Allah, alhamdulillah,” pungkasnya. (*/ARAS)

Comments (0)
Add Comment