JEDDAH — Pelaksanaan ibadah haji 2026 telah usai, namun perhatian Kementerian Haji dan Umrah belum berhenti. Hingga saat ini, dua jemaah haji Indonesia masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji dan Umrah, dr. Dani Pramudya, mengonfirmasi hal tersebut. Kedua jemaah yang masing-masing berasal dari Lamongan dan Tangerang tersebut berada di dua lokasi berbeda, yaitu RS Khaybar General Hospital (Madinah) dan Rumah Sakit dr. Samir Abbas (Jeddah).
Jumlah jemaah yang dirawat telah mengalami penurunan signifikan dari awal usainya ibadah haji yang sempat mencapai 60 orang.
“Semoga dua jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi segera kembali sehat dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Tanah Air,” ujar Dani, Minggu (20/9/2026).
Faktor Penyakit dan Kondisi Lingkungan
Dani menjelaskan beberapa jenis penyakit serius yang dialami jemaah selama perawatan, di antaranya:
- Serangan jantung
- Stroke berat
- Hipertensi
- Diabetes (kencing manis)
- Infeksi paru
Kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi aktivitas fisik yang berat serta perbedaan iklim, suhu, dan cuaca antara Arab Saudi dan Indonesia.
Penguatan Istithaah Kesehatan untuk Haji 2027
Melihat tantangan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah akan memperkuat aspek istithaah kesehatan sebagai salah satu perhatian utama dalam persiapan penyelenggaraan haji 2027.
Dani mengimbau para calon jemaah haji 2027 untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental jauh sebelum keberangkatan, termasuk rutin menjaga kesehatan dan mengikuti pemeriksaan medis (medical check-up) secara serius agar memenuhi kriteria istithaah kesehatan.***