Fase Krusial Akhir Haji, KKHI Madinah Minta Petugas Waspadai Rasa Lelah

MADINAH – Operasional penyelenggaraan ibadah haji di Madinah kini telah memasuki fase krusial menjelang penutupan.

Saat memimpin apel pagi pada Kamis (25/6), Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr. Enny Nuryanti, mengingatkan seluruh petugas bahwa masa tugas mereka kini hanya menyisakan waktu lima hari lagi sebelum kloter terakhir bertolak ke Tanah Air.

​Dalam amanatnya, dr. Enny menekankan pentingnya mempertahankan kinerja terbaik hingga akhir masa operasional. Ia meminta seluruh petugas untuk tidak mengendurkan pengawasan sedikit pun.

Menurutnya, dedikasi yang telah dibangun selama puluhan hari sebelumnya tidak boleh rusak di saat-saat terakhir.

​”Sisa hari ini kita harus tetap waspada. Jangan sampai kerja keras selama 70 hari yang sudah kita lalui, tercoreng hanya di lima hari terakhir,” tegas dr. Enny di hadapan peserta apel.

​Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi beratnya medan fisik seperti fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), melainkan faktor psikologis petugas itu sendiri.

Rasa lelah yang menumpuk kerap memicu kelengahan dan memunculkan sikap meremehkan karena merasa tugas akan segera usai.

Oleh karena itu, ia menyerukan agar seluruh elemen petugas—baik tim kesehatan maupun non-kesehatan—melebur menjadi satu kesatuan yang solid demi memberikan pelayanan maksimal.

​Instruksi Khusus untuk Petugas Lapangan

  • Tim Kesehatan & Tenaga Kesehatan Haji (TKH): Diminta meningkatkan pengawasan dan rutin melakukan visitasi (kunjungan) kepada jemaah lansia, risiko tinggi (risti), serta yang memiliki komorbid. Jika ditemukan indikasi medis sekecil apa pun, jemaah harus segera ditindaklanjuti atau dirujuk ke KKHI yang siap melayani 24 jam.
  • Tim Non-Kesehatan: Diminta menjadi perpanjangan tangan tim medis dalam memantau kondisi fisik jemaah secara langsung di lapangan.

​Di akhir arahannya, dr. Enny juga menyoroti penanganan jemaah tanazul (jemaah yang kepulangannya terpisah dari kloter asal karena kondisi kesehatan).

Ia berpesan agar petugas senantiasa mendampingi dan memberikan dukungan moral kepada mereka.

​Sebagai penutup, ia mengajak seluruh petugas untuk mengelola emosi dengan menyelesaikan masalah internal secara bijak, menjaga kondisi fisik, serta tetap mengutamakan ibadah selama sisa waktu bertugas di Kota Suci.***

Comments (0)
Add Comment