MADINAH – Menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci selama lebih dari 30 hari tidak hanya menyatukan jemaah haji Indonesia dalam satu kelompok terbang (kloter) secara administratif.
Lebih dari itu, momen ini berhasil menempa ikatan persaudaraan yang begitu erat di antara mereka.
Ketua Kloter JKG 25, Taih Sulaiman, mengungkapkan bahwa kebersamaan yang terjalin erat selama di Makkah dan Madinah telah menumbuhkan rasa kekeluargaan yang luar biasa.
“Sampai saat ini, kami beserta para jemaah merasakan persaudaraan di atas segala-galanya,” ujar Taih Sulaiman kepada Media Center Haji di Madinah, dikutip Kamis (25/6/2026).
Menurut Taih, kunci keharmonisan ini terletak pada sikap saling menghargai. Jemaah yang berusia lebih muda dengan sigap menghormati dan membantu jemaah lanjut usia (lansia). Sebaliknya, jemaah yang lebih tua menyayangi yang muda.
“Di kloter kami, kinerja para petugas sangat terbantu berkat adanya rasa persaudaraan yang kuat ini,” tutur Taih, yang mengaku sangat bersyukur atas kesempatan pertamanya menjadi petugas haji sekaligus dipercaya memimpin kloter.
Selain fokus beribadah, ada satu momen unik yang paling dinantikan oleh para jemaah setiap harinya, yaitu waktu makan bersama—baik sarapan, makan siang, maupun makan malam.
“Semua jemaah selalu menanti jam makan tiba. Meskipun mereka akrab menyebut hidangan ini dengan istilah ‘makanan MBG’, hal tersebut justru menunjukkan betapa melekatnya layanan katering ini di hati mereka,” ungkapnya hangat.
Di balik cerita hangat tersebut, Taih juga memberikan catatan evaluasi untuk penyelenggaraan haji mendatang. Ia berharap aspek istithaah (kemampuan) kesehatan bagi calon jemaah haji dapat diperketat, mengingat ibadah haji merupakan ibadah yang sangat menguras fisik.
- Pemeriksaan Medis Maksimal: Proses medical check-up (MCU) diharapkan lebih selektif dan detail.
- Tujuan Utama: Memastikan seluruh jemaah berangkat dalam kondisi fisik yang prima.
“Bukan bermaksud membatasi, tetapi dengan pemeriksaan kesehatan yang optimal, jemaah benar-benar bisa menikmati setiap prosesi ibadah dengan nyaman dan maksimal karena fisik mereka mendukung,” pungkas Taih Sulaiman. (*/Red/MCH-2026)