MAKKAH — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat distribusi konsumsi bagi jemaah haji Indonesia telah mencapai 2,78 juta box.
Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring berlanjutnya pemberangkatan jemaah haji gelombang II yang langsung menuju Makkah, Arab Saudi.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa hingga Jumat (8/5/2026), Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mendistribusikan 2.129.003 box makanan di Madinah dan 653.115 box di Makkah.
Secara total, sebanyak 2,78 juta box makanan telah diterima para jemaah haji Indonesia. Distribusi konsumsi ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga kondisi fisik jemaah menjelang puncak ibadah haji.
“Kebutuhan makan jemaah terus kami pastikan terpenuhi dengan baik, tepat waktu, dan sesuai standar gizi,” ujar Ichsan dalam konferensi pers di Makkah, Sabtu (9/5/2026).
Ia memastikan, PPIH melakukan pengawasan ketat terhadap proses distribusi, mulai dari kualitas dan kebersihan makanan, ketepatan waktu penyaluran, hingga kecukupan nilai gizi bagi jemaah.
Selain menjaga standar mutu, PPIH juga menghadirkan menu bercita rasa Nusantara agar dapat mengobati kerinduan jemaah terhadap masakan Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Penguatan layanan konsumsi ini menjadi bagian dari strategi menjaga kesehatan jemaah di tengah suhu panas Arab Saudi yang berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.
Tak hanya konsumsi, pemerintah juga memperkuat layanan transportasi dan akomodasi menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), yang diperkirakan menjadi periode paling padat dalam operasional haji tahun ini.
Berdasarkan data dashboard haji Kemenhaj hingga Sabtu (9/5/2026) pukul 09.00 waktu Arab Saudi, sebanyak 118.700 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci.
Angka tersebut setara dengan 58,37 persen dari total jemaah haji Indonesia yang telah berada di Madinah dan Makkah. (*/Red/MCH-2026)