PPIH Sektor 1 Pastikan Tak Ada Jemaah dan Koper Tertinggal Saat Pendorongan Madinah-Makkah

MADINAH — Koordinator Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor 1 Aryo Dipokusumo memastikan tidak ada jemaah maupun koper yang tertinggal saat pendorongan dari hotel Madinah ke Makkah.

Adapun untuk data, tercatat hingga Jum’at (9/5/2026), sudah lebih dari 50 ribu jemaah telah diberangkatkan sejak 30 April 2026.

“Dari saat ini kita sudah memberangkatkan lebih dari 50ribu jemaah, mulai dari tanggal 30 sampai dengan hari ini,” kata Aryo, Kamis (7/5/2026).

Setiap hari, kata dia, pihaknya melakukan pengecekan dan koordinasi antar layanan untuk menyikapi jadwal pendorongan.

Hal ini guna memastikan agar proses tersebut dapat berjalan dengan lancar.

“Contohnya untuk hari ini kita ada 13 pendorongan, mulai dari jam 7 pagi sampai nanti jam 5 sore,” ujarnya.

Terkait hambatan utama, pendorongan berada di Madinah berupa jalan sempit dan barang bawaan jemaah.

Para petugas harus bisa mengatur posisi bus dan lainnya.

“Ketika pendorongan tempatnya berdekatan, kita harus mengatur baik-baik untuk posisi bus, sehingga tidak terlalu jauh juga bagi jemaah untuk datang. Kemudian juga terkadang permasalahannya barang bawaan jemaah,” jelas Aryo.

Berkaitan dengan barang bawaan, untuk mencegah koper tertinggal, jemaah diimbau menyiapkan koper 8 jam sebelum berangkat.

“Sekitar 4 jam sebelum keberangkatan itu koper sudah mulai diturunkan,” katanya.

Terkait kelebihan muatan akibat belanja, Aryo menegaskan hanya bertanggung jawab atas koper kabin dan koper bagasi.

Untuk barang bawaan jemaah selain di koper kabin dan koper bagasi, maka ia menyarankan agar mereka menggunakan kargo.

“Jadi dikirim ke Indonesia melalui kargo,” ujarnya.

Himbauan ini sudah disampaikan ke ketua kloter 2 hari sebelum berangkat.

Kemudian untuk jemaah lansia, petugas memberi pendampingan khusus agar bisa cepat memuat barangnya tanpa ada hambatan sedikitpun.

“Kami dari tim lansianya juga siap sedia untuk membantu jemaah untuk bisa memuat ke dalam bus dengan cepat dan tanpa hambatan,” ujarnya.

Aryo menyebut tim transportasi bekerja sama dengan akomodasi untuk sweeping sebelum bus berangkat.

Apabila terjadi barang yang tertinggal ataupun koper yang tertinggal, maka pihaknya pasti akan dorong melalui truk menuju Makkah.

Saat proses pendorongan jemaah secara bersamaan, semua petugas bekerja sebagai satu tim. Ia tidak melihat lagi fungsi atau tupoksi masing-masing.

“Jadi kami bekerja secara simultan. Kita sudah tidak melihat lagi ego sektoralnya, siapapun yang bisa membantu jemaah untuk bisa naik ke dalam bus kita akan coba maksimalkan,” kata Aryo.

Ia mengimbau jemaah mempersiapkan barang lebih dini dan mengecek kembali barang bawaan mereka. Sebab, timnya sering mendapat laporan ada barang yang tertinggal seperti jaket, barang-barang pribadi lainnya.

“Karena rata-rata umumnya karena terburu-buru,” tutupnya.***

Jemaah haji IndonesiaPPIHsektor 1
Comments (0)
Add Comment