JAKARTA — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bahwa melayani jemaah bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas.
Pesan tersebut disampaikan Menhaj dalam agenda Doa dan Zikir Hari Khidmat Haji dan Umrah, di Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Ia mengajak seluruh aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenhaj berhenti sejenak untuk melihat kembali makna pengabdian dan bertanya kepada diri sendiri untuk siapa pekerjaan mereka dijalankan.
“Untuk siapa kita bekerja? Jawabannya sederhana, untuk jemaah,” ujar Menhaj.
Menurutnya, di balik setiap tugas pelayanan terdapat jemaah yang telah menunggu bertahun-tahun untuk memenuhi panggilan Allah.
Ada orang tua yang menabung dengan sabar dan ada keluarga yang mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci dengan penuh harapan.
Karena itu, setiap pekerjaan dalam penyelenggaraan haji memiliki tanggung jawab yang besar. Khidmat, kata Menhaj, tidak selalu hadir dalam pekerjaan yang besar. Memeriksa dokumen dengan teliti, menjawab pertanyaan jemaah dengan sabar, hingga bekerja lebih lama agar urusan orang lain menjadi lebih mudah merupakan bagian dari pengabdian.
“Kadang khidmat adalah memilih untuk tetap jujur ketika tidak ada seorang pun yang melihat. Di situlah integritas diuji,” katanya.
Menhaj menegaskan, integritas bukan sekadar slogan, tetapi kesesuaian antara apa yang dikatakan dan dikerjakan. Nilai tersebut harus menjadi budaya dalam setiap pelayanan Kemenhaj.
Ia berharap Kemenhaj menjadi rumah bagi orang-orang yang bekerja dengan hati, tidak sekadar mengejar kesempurnaan atau penghargaan, tetapi terus memperbaiki diri dan menghadirkan manfaat, terutama bagi jemaah.
“Kita tidak sedang mencari siapa yang paling banyak bekerja. Kita sedang membangun siapa yang paling sungguh-sungguh mengabdi,” tutur Menhaj.
Menhaj mengingatkan seluruh jajaran bahwa jabatan dan masa kerja pada akhirnya akan berakhir. Namun, amanah yang telah dijalankan akan tetap dipertanggungjawabkan.
Karena itu, ia mengajak seluruh ASN Kemenhaj menjadikan Hari Khidmat bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi pengingat atas alasan mengapa mereka berada di Kemenhaj.
“Mari terus berkhidmat. Bukan untuk mencari pujian, bukan untuk mengejar penghargaan, tetapi karena kita ingin pekerjaan kita menjadi bagian dari kebaikan,” pungkasnya.***