Hasil Survei: Gen Z dan Milenial Puas dengan Kinerja Prabowo di Atas 60%, Meski Ekonomi Jadi Sorotan Utama

JAKARTA – Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, survei nasional Parameter Politik Indonesia (PPI) edisi Oktober 2026 menunjukkan tingkat kepuasan generasi muda masih berada di atas 60 persen.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis Minggu (18/10/2026), sebanyak 60,6 persen responden Generasi Z mengaku puas dan sangat puas terhadap kinerja Prabowo sebagai Presiden.

Sementara untuk kelompok milenial, angkanya lebih tinggi, mencapai 63,4 persen.

“Generasi (gen) Z puas dan sangat puasnya 60,6 persen,” ujar Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno.

Survei ini mengelompokkan Gen Z pada rentang usia 17–28 tahun, dan milenial pada usia 29–44 tahun.

Survei dilaksanakan secara tatap muka pada 26 September hingga 6 Oktober 2026, melibatkan 1.200 responden yang tersebar proporsional di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, dan 120 desa/kelurahan.

Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,83 persen.

Meski mayoritas mengaku puas, survei juga mencatat adanya kelompok yang tidak puas.

Pada kelompok Gen Z, tingkat ketidakpuasan mencapai 37 persen, lebih tinggi dibandingkan milenial yang berada di angka 32,1 persen.

Selisih kepuasan antara milenial dan Gen Z adalah 2,8 poin, sedangkan selisih ketidakpuasan mencapai 4,9 poin.

Hal ini mengindikasikan Gen Z bersikap lebih kritis dalam menilai kinerja pemerintahan dua tahun terakhir.

Secara nasional, PPI mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 65,4 persen, sedangkan kepuasan terhadap Prabowo sebagai presiden secara personal berada di angka 65,2 persen.

Responden yang mengaku puas menyebutkan beberapa program pemerintah sebagai alasan.

Bantuan sosial yang dinilai semakin banyak menjadi alasan dominan dengan 16,7 persen.

Alasan kepuasan lainnya dinilai dari aktifnya penangkapan koruptor 10,3 persen, program Sekolah Rakyat 9,8 persen, Makan Bergizi Gratis (MBG) 8,5 persen, dan program pendidikan gratis hingga perguruan tinggi 7,5 persen.

Sebaliknya, bagi responden yang tidak puas, persoalan ekonomi menjadi catatan paling besar.

Sebanyak 11,8 persen menyebut kesulitan ekonomi, 11,4 persen menyoroti penyaluran bansos yang kurang dan tidak tepat sasaran, 10,4 persen mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok, 6,7 persen menilai pemerintah kurang memperhatikan masyarakat kecil, dan 6,3 persen menyoroti persoalan korupsi dan nepotisme.

Menurut PPI, persoalan ekonomi, harga sembako, dan tata kelola bansos masih menjadi pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Temuan PPI ini cukup kontras dengan survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 1–10 Oktober 2026.

SMRC mencatat elektabilitas Prabowo dalam simulasi semi terbuka anjlok dari 34,9 persen pada November 2025 menjadi hanya 9,8 persen pada Oktober 2026.

SMRC juga memetakan dukungan berdasarkan kepuasan. Pada kelompok yang sangat atau cukup puas terhadap kinerja Prabowo, dukungannya mencapai 20 persen, tetapi pada kelompok yang tidak puas hanya 1 persen.

Faktor ekonomi juga berpengaruh. Dukungan kepada Prabowo tercatat 17 persen di kalangan yang menilai ekonomi baik, tetapi hanya 6 persen di kalangan yang menilai ekonomi buruk.

Begitu juga soal harga kebutuhan pokok, yang menilai semakin baik memberi dukungan 20 persen, sedangkan yang menilai semakin buruk hanya 5 persen.

Evaluasi terhadap program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga memengaruhi.

Dukungan mencapai 25 persen pada kelompok yang sangat puas dengan MBG, tetapi hanya 2 persen pada kelompok yang sama sekali tidak puas.

Survei SMRC melibatkan 1.213 responden dengan margin of error 2,9 persen, melalui wawancara telepon dan tatap muka. (*/Ajo)

gen zprabowoSurvei
Comments (0)
Add Comment