MADINAH– Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mewajibkan jemaah haji Indonesia yang ingin mengikuti kegiatan city tour di Madinah untuk terlebih dahulu melapor dan mendapatkan izin dari petugas sektor.
Kebijakan tersebut diterapkan seiring mulai berdatangannya jemaah haji gelombang kedua ke Madinah setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Kepala Sektor 5 Madinah, Elfi Ryani, saat berada Hotel Mirage Taiba mengatakan kegiatan city tour perlu dibatasi karena sebagian besar jemaah baru saja menjalani aktivitas fisik yang cukup berat selama pelaksanaan ibadah haji.
Menurutnya, pemulihan kondisi kesehatan jemaah harus menjadi prioritas sebelum mengikuti aktivitas tambahan di luar agenda utama ibadah.
“Untuk city tour kami sarankan untuk tidak berlebihan ikut city tour maupun ibadah. Ibadah untuk mengejar arbainnya tidak disarankan, khususnya bagi lansia dan jemaah risiko tinggi,” ujarnya, Selasa (9/6/2026.)
Elfi menjelaskan, kondisi fisik jemaah saat ini masih rentan mengalami penurunan akibat padatnya aktivitas selama Armuzna.
“Sebagian besar jemaah yang tiba saat ini baru menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), sehingga kondisi fisik mereka memerlukan waktu untuk pemulihan,” ujarnya.
Karena itu, setiap rombongan yang akan mengikuti city tour diwajibkan mengajukan izin kepada sektor masing-masing sebelum keberangkatan.
Menurut Elfi, petugas perlu melakukan pemeriksaan terhadap daftar peserta untuk memastikan kondisi kesehatan mereka memungkinkan mengikuti perjalanan.
“Untuk city tour wajib mengajukan izin kepada sektor masing-masing. Kami harus mengecek dulu yang ikut serta itu siapa saja, termasuk yang lansia atau tidak, termasuk yang risti atau tidak,” tegas Elfi.
Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar jemaah lanjut usia maupun jemaah dengan risiko kesehatan tertentu tidak memaksakan diri mengikuti kegiatan yang berpotensi menguras tenaga.
Selain pembatasan aktivitas, PPIH juga mengingatkan jemaah untuk menjaga asupan cairan mengingat suhu udara di Madinah masih cukup tinggi dan berisiko menyebabkan dehidrasi.
Jemaah diminta tetap memperbanyak minum air meskipun tidak merasa haus selama beraktivitas.
“Dan minum vitamin,” imbau Elfi.
Petugas juga meminta jemaah selalu membawa perlengkapan pelindung diri seperti payung, topi, dan semprotan wajah saat beraktivitas di luar hotel.
Di sisi lain, kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan pernapasan juga terus ditingkatkan menyusul adanya laporan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di kalangan jemaah.
“Untuk ISPA kami sarankan memakai masker ke mana-mana. Bahkan di dalam kamar diusahakan tetap memakai masker,” ujarnya.
Penggunaan masker dinilai penting terutama bagi jemaah yang mulai mengalami gejala batuk agar tidak menularkan penyakit kepada sesama jemaah, khususnya teman sekamar.
PPIH berharap seluruh jemaah dapat mematuhi arahan petugas, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, dan memprioritaskan pemulihan kesehatan selama berada di Madinah sebelum kembali ke Tanah Air. (*/Red/MCH-2026)