Jumlah Unit Dikurangi, Bus Salawat di Makkah Tetap Beroperasi 24 Jam Sampai 21 Juni

MAKKAH – Kabid Transportasi PPIH 2026 Syarif Rahman memastikan layanan bus Salawat untuk jemaah haji Indonesia di Kota Makkah tetap beroperasi 24 jam penuh hingga kloter terakhir pulang 21 Juni 2026.

Meski jumlah unit dikurangi seiring kepulangan gelombang pertama, durasi tunggu dan rute tetap dijaga.

Syarif menyebut, per 15 Juni 2026 seluruh jemaah gelombang pertama sudah pulang ke Tanah Air. Jemaah yang masih di Makkah tersisa sekitar 20 persen atau 163 ribu orang. Mereka adalah jemaah gelombang kedua yang akan kembali lewat Madinah.

“Layanan Shalawat untuk salat lima waktu di Masjidil Haram, baik untuk salat lima waktu maupun tawaf wada bagi jemaah haji gelombang kedua, masih tetap terlayani sampai kloter terakhir di Makkah tanggal 21 Juni 2026,” kata Syarif.

Syarif mengungkapkan, dari puncak operasi yang mengerahkan 458 unit bus, PPIH tetap menyiapkan 52 unit bus hingga hari terakhir.

“Bahkan sampai jam 00.00 tanggal 21 Juni 2026, kita masih sediakan 52 unit untuk kloter terakhir yang pulang,” tegasnya.

Menjawab keluhan jemaah soal waktu tunggu yang terasa lebih lama, Syarif membantah ada pengurangan durasi layanan. Menurutnya, waktu tunggu paling lama tetap 20 menit.

“Enggak juga sebenarnya. Paling lama rata-rata mereka menunggu sampai 20 menit. Layanan bus Shalawat itu setiap hari kita shuttle, bus berputar dari akomodasi ke 3 terminal: Syib Amir, Jiad atau Jabal Ka’bah, dan Mahbas Jin/Ajyad,” jelasnya.

Saat jam sibuk seperti menjelang Magrib, Isya, Subuh, dan kepulangan dari Masjidil Haram, frekuensi bus justru padat.

“Per 2 menit bus Shalawat tetap berlangsung sebagaimana mestinya. Jadi tidak ada pengurangan durasi. Kalau pengurangan unit memang iya, disesuaikan dengan jumlah jemaah,” ujarnya.

Syarif mengakui beberapa halte sudah kosong karena hotelnya sudah ditinggal jemaah pulang. PPIH pun menyesuaikan rute agar tetap efisien.

“Beberapa halte memang sudah kosong. Tapi kita optimalkan halte yang masih berfungsi. Sampai hari ini hanya dua rute yang benar-benar sudah bersih: rute 14 Al Hidayah Tower Syisyah/Aziziyah. Rute 15 masih aktif. Rute 22 Syisyah sektor 3 sudah off seminggu lalu dan petugasnya dipindah ke halte lain,” ungkapnya.

Kemudian untuk Halte dekat Daker meski hotelnya kosong, namun tetap aktif jika di sekitarnya masih ada jemaah. PPIH juga bergeser menyesuaikan sebaran jemaah di hotel-hotel yang masih terisi.

Untuk jemaah lansia dan disabilitas, Syarif memastikan bus hidrolik tetap tersedia di setiap rute.

“Bus lansia tetap kita hitung sesuai jumlah, setiap rute pasti tersedia. Tinggal di-order,” katanya.

Syarif menegaskan, meski jumlah bus berkurang karena jemaah pulang, layanan Salawat tidak dikurangi sama sekali sampai akhir.

“Kami ingin memastikan layanan Salawat tidak berkurang. Jumlah bus berkurang iya, menyesuaikan jumlah jemaah. Tapi layanan bus Salawat di Makkah tetap berjalan sampai akhir jemaah berada di Makkah tanggal 21 Juni 2026,” pungkasnya.

Dengan kepastian ini, jemaah yang masih di Makkah bisa tetap ke Masjidil Haram kapan saja untuk salat wajib, salat sunnah, atau tawaf wada tanpa khawatir transportasi terhenti. (*/Red/MCH-2026)

Comments (0)
Add Comment