Kadaker Madinah Lepas Kepulangan Kloter 15 LOP, Apresiasi Jemaah Tertib dan Patuh Aturan

MADINAH – Gelombang kedua kepulangan jemaah haji Indonesia terus bergulir.

Kloter 15 LOP dari Sektor 5 Madinah pada pagi hari, Sabtu (20/6/2026) telah diberangkatkan menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA).

Pelepasan kepulangan jemaah ini dilakukan oleh segenap Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang juga dihadiri Kepala Daker Madinah 2026, DR. Khalilurrahman.

Kepala Daker Madinah Khalilurrahman menyampaikan, jemaah haji dari hotel-hotel di Madinah diberangkatkan ke bandara sesuai jadwal, dengan sebelumnya telah dipastikan tidak terjadi penumpukan saat di bandara.

“Alhamdulillah jemaah haji yang pulang ini sudah mendapatkan pelayanan selama berada di Madinah, baik layanan konsumsi, transportasi, dan juga akomodasi,” ujar Khalilurrahman kepada Media Center Haji usai melepas jemaah, Sabtu (20/6/2026).

Ia menambahkan, seluruh jemaah LOP 15 telah menuntaskan rangkaian ziarah wajib.

“Yang paling penting adalah mereka semua telah berziarah ke Raudhah Asy-Syarif dan juga berziarah ke makam Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,” katanya.

Kadaker Madinah mengapresiasi kedisiplinan jemaah haji pada gelombang kedua ini.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jemaah dinilai tertib saat berziarah ke Raudhah, dan mengikuti arahan petugas kloter, sektor, hingga petugas Seksus Nabawi.

“Alhamdulillah gelombang kedua ini luar biasa. Jemaah sudah melakukan kunjungan ke Raudhah dengan tertib, rapi, terkoordinir, dan tidak berdesak-desakan,” ucapnya.

Kedisiplinan juga terlihat menjelang kepulangan. Jemaah dinilai patuh terhadap larangan barang bawaan di bagasi sesuai ketentuan penerbangan sipil yang disampaikan maskapai dan petugas haji.

Menyikapi cuaca panas saat ini, Khalilurrahman berpesan kepada jemaah yang masih berada di Madinah agar jemaah lebih penting menjaga kesehatan, ketimbang aktivitas ibadah berlebihan.

Jemaah lansia dan penyandang disabilitas diimbau tidak memaksakan diri shalat di Masjid Nabawi jika kondisi fisik tidak memungkinkan.

“Tetap membawa alat pelindung diri: payung, masker, kacamata, dan jangan lupa bawa air,” imbaunya.

Untuk urusan bagasi, penimbangan koper akan dilakukan 2 hari sebelum keberangkatan. Jemaah diminta mematuhi ketentuan barang bawaan dari maskapai.

Kemudian soal ziarah Raudhah, Kadaker memastikan semua jemaah gelombang kedua akan dapat gilirannya.

“Kita sudah mendapatkan lebih tasrih Raudhah dari jumlah jemaah. Yang belum dapat tidak usah khawatir, komunikasikan dengan ketua regu dan ketua kloter, nanti akan dijadwalkan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan jemaah agar tidak lupa membawa sandal saat shalat ke Masjid Nabawi.

Kasus jemaah pulang tanpa sandal karena tertinggal di loker Masjid Nabawi masih terjadi.

Pasalnya, luas dan banyaknya pintu Masjid Nabawi kerap membuat jemaah Indonesia kebingungan lokasi penyimpanan sandal.

“Sandal ketika shalat tetap dibawa, masukkan kantong plastik dan ditaruh di depan jemaah,” pesannya.

Kloter 15 LOP menjadi salah satu kloter awal dari Sektor 5 Madinah yang diberangkatkan pulang ke Tanah Air dalam beberapa hari ke depan. (*/Red/MCH-2026)

Comments (0)
Add Comment