JAKARTA – Fase pemulangan jemaah haji Indonesia 1447 H/2026 M resmi dimulai. Kloter perdana diberangkatkan dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Ahad malam (31/5/2026) waktu setempat. Empat kloter pertama yang diterbangkan: BTH 1 Batam, SUB 1 dan SUB 3 Surabaya, serta UPG 1 Makassar.
Penerbangan jemaah SUB 1 dan SUB 3 Surabaya menggunakan maskapai Saudia Airlines masing-masing pukul 03.21 WAS dan 05.55 WAS.
Sementara jemaah UPG 1 Makassar diterbangkan Garuda Indonesia pukul 04.53 WAS. Untuk BTH 1 Batam berangkat lebih awal, pukul 01.06 WAS.
Berdasarkan pantauan di lapangan, mayoritas jemaah mengaku puas dengan penyelenggaraan haji tahun ini, terutama pelayanan petugas di lapangan.
“Pengalaman paling berkesan selama di Armuzna. Konsumsi sangat memuaskan dan petugas haji juga sangat memuaskan pelayanannya,” ujar jemaah asal Kabupaten Probolinggo, kloter SUB 1, Slamet Aryanto.
Senada, Siti Rukhoyah, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengaku terkesan atas makanan yang disuguhkan.
“Alhamdulillah senang sekali. Pelayanan semua bagus, makanan enak dan berlimpah ruah. Arafah dan Mina paling berkesan,” ujarnya.
Meski puas dengan pelayanan, Siti memberi catatan untuk perbaikan tahun depan. Ia berharap lokasi penginapan jemaah bisa lebih dekat dengan Masjidil Haram.
“Hotel kami memang sangat jauh, dari Haram sekitar 8 kilometer, kemudian harus jalan lagi 2 kilometer dari terminal. Cukup menantang dan melelahkan,” keluhnya.
Catatan jarak hotel ini menjadi evaluasi penting PPIH, mengingat mobilitas jemaah lansia masih tinggi selama ibadah di Makkah.
Adapun pada hari pertama fase pemulangan 1 Juni 2026, Kemenhaj mencatat sebanyak 17 kloter dengan total 6.798 jemaah diberangkatkan ke Tanah Air.
Pemulangan gelombang I melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah berlangsung 1-15 Juni 2026. Setelah itu, jemaah gelombang II akan dipulangkan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, pada 16-30 Juni 2026.
Fase pemulangan ini menjadi ujian akhir dedikasi petugas haji. Selain memastikan kelancaran penerbangan, petugas juga diminta tetap siaga menjaga kesehatan jemaah hingga seluruhnya tiba di embarkasi masing-masing. (*/Red/MCH-2026)