MADINAH – Kawasan bersejarah di sekitar Masjid Nabawi selalu menyimpan cerita mendalam tentang kejayaan Islam masa lalu. Salah satu situs yang paling menyedot perhatian jemaah dan penziarah adalah Saqifah Bani Sa’idah.
“Tempat ini memiliki nilai historis yang luar biasa karena menjadi saksi bisu bagi pergantian kepemimpinan pertama kali dalam sejarah Islam pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW,” ungkap Ibrahim al Haq, seorang mukimin yang saat ini sedang menempuh studi di Universitas Islam Madinah.
Ibrahim memaparkan bahwa situs ini awalnya berupa pendapa atau balai pertemuan terbuka milik keluarga besar Bani Sa’idah, yang merupakan bagian dari kaum Ansar.
Di tempat inilah para sahabat berkumpul untuk bermusyawarah demi kemaslahatan umat.
Secara geografis, lokasi situs ini sebenarnya sangat dekat dan mudah dijangkau oleh para jemaah yang sedang beribadah di Masjid Nabawi.
“Lokasinya berada tepat di sebelah barat Masjid Nabawi,” ujar Ibrahim.
Pertemuan di Saqifah Bani Sa’idah tersebut menjadi momen krusial yang menentukan arah masa depan umat Muslim.
Selepas wafatnya Rasulullah SAW, di samping duka yang mendalam, kaum muslimin pada waktu itu juga dilanda kebingungan dalam mencari sosok yang akan menjadi panutan atau pemimpin baru.
Di tengah situasi tersebut, kaum Ansar berkumpul di pendapa ini dan mulanya berencana memutuskan Sa’ad bin Ubadah sebagai pengganti pemimpin umat.
Mendengar kabar tersebut, Abu Bakar ash-Shiddiq lantas mendatangi Saqifah Bani Sa’idah untuk menyampaikan pesan yang pernah diutarakan oleh Rasulullah SAW ketika masih hidup, yaitu bahwa kelak tampuk kepemimpinan sebaiknya dipegang oleh kaum Quraisy (Muhajirin).
“Mulanya Abu Bakar menunjuk Umar. Namun setelah dilakukan musyawarah yang sangat dinamis, justru Umar yang meminta Abu Bakar menjadi pemimpin, hingga akhirnya beliau dibaiat bersama-sama,” jelas Ibrahim.
Peristiwa besar di balai pertemuan ini menandai terpilihnya Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai khalifah pertama sekaligus dimulainya era Khulafaur Rasyidin.
Pemerintah Arab Saudi saat ini menaruh perhatian besar terhadap kelestarian situs ini agar tidak lekang dimakan waktu.
Kawasan bersejarah tersebut sekarang sedang dalam tahap revitalisasi intensif oleh pihak berwenang. Proyek besar ini bertujuan untuk merawat sekaligus mengedukasi generasi Muslim mendatang mengenai lanskap awal kota Madinah.
Kelak, setelah proyek penataan ini selesai sepenuhnya, kawasan ini akan menjelma menjadi destinasi yang sangat menarik dan edukatif.
- Taman Tematik: Situs tersebut akan dijadikan taman yang dirancang khusus menyerupai kondisi lingkungan di masa lalu.
- Vegetasi Alami: Area ini mulai ditanami pohon-pohon kurma sebagai pelengkap atmosfer sejarah.
- Replika & Fasilitas: Dilengkapi dengan replika balai pertemuan asli serta fasilitas pujasera demi kenyamanan pengunjung.
Melalui langkah ini, nilai sejarah Saqifah Bani Sa’idah akan tetap hidup di tengah modernisasi Kota Madinah. (*/Red/MCH-2026)