MADINAH – Jamaah haji, umrah, maupun wisatawan asal Indonesia kini dapat dengan mudah mengobati kerinduan terhadap kuliner Nusantara saat berkunjung ke Gunung Uhud, Madinah.
Di kawasan bersejarah tersebut, restoran The Jawa Signature hadir menjadi salah satu destinasi favorit yang hampir selalu dipadati pengunjung berkat menu bakso autentiknya.
Pemilik sekaligus pengelola restoran, Muhammad Sarwono Tayibi Alakhir atau yang akrab disapa Chef Omar, mengungkapkan bahwa seluruh proses pengolahan bakso dilakukan secara mandiri demi menjaga kualitas dan cita rasa.
Sejak dirintis pada tahun 2020, usaha kuliner ini terus berkembang pesat dan kini mempekerjakan empat karyawan yang seluruhnya merupakan pekerja migran asal Banten, Sukabumi, dan Lombok.
Satu porsi bakso di restoran ini dibanderol dengan harga 30 hingga 35 Riyal Saudi, sementara menu pendukung seperti ayam goreng ditawarkan seharga 25 Riyal Saudi.
Chef Omar, yang pertama kali menginjakkan kaki di Arab Saudi pada 2011, sempat menetap di Makkah sebelum akhirnya memilih pindah ke Madinah untuk membangun usahanya.
Baginya, Kota Madinah menawarkan atmosfer ketenangan dan kenyamanan kedamaian yang membuatnya sangat betah.
Kawasan kaki Gunung Uhud sendiri kini telah bersolek dan dikembangkan oleh Pemerintah Arab Saudi menjadi pusat aktivitas wisata yang nyaman bagi peziarah mancanegara.
Menurut Angga Anantataqwa, seorang mahasiswa magister di Universitas Islam Madinah, salah satu titik favorit pengunjung adalah Uhud Viewpoint, yang menjadi titik keberangkatan wisatawan menuju puncak gunung.
Kawasan ini biasanya mulai ramai dipadati pengunjung pada sore hari sejak pukul 16.00 hingga setelah salat Isya, serta pagi hari setelah subuh hingga pukul 08.00.
Selain menikmati panorama alam dari ketinggian menggunakan fasilitas kendaraan, wisatawan yang datang juga dapat mencoba pengalaman unik menunggang unta di sekitar lokasi dengan tarif terjangkau sebesar 10 Riyal Saudi atau berkisar Rp50 ribu.
Di balik geliat wisata dan kulinernya saat ini, Gunung Uhud tetap berdiri sebagai situs sejarah Islam yang sangat monumental.
Gunung berketinggian 1.077 meter ini merupakan saksi bisu terjadinya Perang Uhud antara kaum Muslimin di bawah pimpinan Nabi Muhammad SAW melawan pasukan Quraisy. Di bagian selatan kaki gunung, kompleks pemakaman para syuhada yang gugur dalam pertempuran tersebut—termasuk paman Rasulullah SAW, Hamzah bin Abdul-Muththalib—tetap menjadi pusat ziarah utama yang selalu ramai dikirimkan doa oleh para pengunjung.***