MAKKAH – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, menyampaikan bahwa fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah resmi berakhir.
Seiring kembalinya seluruh jemaah haji Indonesia dari Mina ke Makkah, pemerintah kini mulai fokus mempersiapkan proses kepulangan mereka ke Tanah Air.
Pemulangan jemaah haji Indonesia akan dilakukan secara bertahap mulai 1 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.
”Insyaallah mulai 1 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air akan dimulai. Kepulangan ini akan diawali oleh kloter-kloter awal melalui Bandara Jeddah. Pada hari pertama, sebanyak 17 kloter dijadwalkan terbang menuju Indonesia,” ujar Gus Irfan dalam konferensi pers di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Syisyah, Sabtu (30/5/2026) malam.
Gus Irfan menambahkan bahwa proses pemulangan ini akan berlangsung hingga 30 Juni 2026.
Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan mematuhi semua regulasi demi kelancaran perjalanan pulang.
”Kami mengimbau seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan, mematuhi jadwal yang telah ditetapkan, mengikuti arahan petugas, serta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar kemampuan fisik, terutama menjelang hari kepulangan,” tuturnya.
Persiapan Haji 2027 Lebih Awal
Selain membahas kepulangan jemaah, Gus Irfan mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi sudah mulai menyampaikan persiapan awal untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 Hijriah atau 2027 Masehi.
”Pada 29 Mei 2026, Pemerintah Arab Saudi telah mengundang kami untuk menerima penyampaian awal terkait persiapan haji tahun depan. Di dalamnya tercantum ketentuan umum, jadwal, serta timeline penyelenggaraan haji 2027,” kata Gus Irfan.
Gus Irfan menegaskan, Kementerian Haji dan Umrah bersama DPR RI akan segera bersiap menyelaraskan program kerja sesuai dengan jadwal dari Pemerintah Arab Saudi tersebut.
Menurutnya, berkaca dari tahun ini, persiapan yang dilakukan lebih awal terbukti memberikan dampak positif terhadap keteraturan operasional, kualitas layanan, serta kesiapan seluruh unsur penyelenggara.
Meski demikian, Gus Irfan mengakui tetap ada beberapa catatan yang perlu dievaluasi demi meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.
”Tentu saja dari penyelenggaraan tahun ini tetap ada hal-hal yang harus dievaluasi dan diperbaiki. Saya telah meminta seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah untuk melakukan pembenahan secara terus-menerus. Evaluasi teknis akan dibahas lebih lanjut oleh para Direktur Jenderal dan jajaran terkait agar operasional haji tahun depan semakin baik,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Gus Irfan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas selama fase krusial di Armuzna. Ucapan terima kasih juga ia dedikasikan untuk para petugas haji yang telah bekerja keras tanpa lelah.
”Semoga seluruh ikhtiar ini diridai Allah SWT. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia memperoleh haji yang mabrur, diberikan kesehatan, keselamatan, hingga nanti tiba di Tanah Air dan berkumpul kembali bersama keluarga,” pungkasnya.***