Peringati HUT KNPI ke-53 dan Hari Anak Nasional, Ahmad Jayani Ajak Bangun Generasi Emas Indonesia Sejak Dini

JAKARTA– Momentum peringatan Hari Lahir Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-53 yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026 dinilai menjadi pengingat penting bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas anak dan pemuda saat ini.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP KNPI), Ahmad Jayani, S.H.

Menurutnya, kedua momentum nasional tersebut memiliki keterkaitan yang erat dalam upaya membangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Anak-anak hari ini adalah pemuda dan pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, membangun bangsa harus dimulai dengan memastikan anak mendapatkan perlindungan, pendidikan yang berkualitas, serta ruang untuk berkembang hingga menjadi generasi muda yang berintegritas dan berdaya saing,” kata Ahmad Jayani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, KNPI yang berdiri pada 23 Juli 1973 hingga kini tetap berkomitmen menjadi wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan dalam memperkuat persatuan, karakter kebangsaan, serta meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan nasional.

Menurut Ahmad Jayani, di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP KNPI Dr. H. Ali Hanafiah, KNPI terus mendorong lahirnya program-program kepemudaan yang produktif sebagai bentuk kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menilai pembangunan bangsa tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusia yang dipersiapkan sejak usia anak.

“Investasi terbesar bangsa bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau gedung, tetapi membangun karakter, kualitas pendidikan, dan kapasitas generasi penerus. Ketika anak-anak tumbuh dengan baik, maka Indonesia akan memiliki pemuda yang mampu membawa perubahan positif,” ujarnya.

Ahmad Jayani mengatakan sejarah telah membuktikan bahwa pemuda selalu menjadi motor penggerak perubahan di Indonesia.

Semangat Sumpah Pemuda 1928, kata dia, menjadi tonggak penting yang memperlihatkan bagaimana generasi muda mampu menyatukan perbedaan demi kepentingan bangsa.

Menurutnya, semangat tersebut harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda saat ini agar mampu menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.

Ia juga mengingatkan bahwa peran strategis pemuda telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang menempatkan pemuda sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam pembangunan nasional.

“Pemuda bukan hanya penerus kepemimpinan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan. Negara harus terus memberikan ruang, pembinaan, dan kesempatan kepada generasi muda untuk berkarya,” katanya.

Selain itu, Ahmad Jayani menegaskan bahwa perhatian terhadap anak dan pemuda tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, perlindungan terhadap anak merupakan fondasi lahirnya generasi muda yang berkualitas.

Ia berharap momentum Hari Anak Nasional dan HUT KNPI tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi penguat komitmen seluruh elemen bangsa dalam membangun sumber daya manusia Indonesia.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai anak-anaknya dan memberikan kepercayaan kepada para pemudanya. Jika anak terlindungi dan pemuda diberdayakan, maka masa depan Indonesia akan semakin kuat,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Ahmad Jayani mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, dan keluarga untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak serta mendorong pemuda menjadi generasi yang inovatif, berkarakter, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

“Momentum Hari Anak Nasional dan Hari Lahir KNPI harus menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia sedang dipersiapkan hari ini. Mari kita bersama-sama menjaga, mendidik, dan memberdayakan anak serta pemuda sebagai investasi terbaik untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan berdaya saing,” pungkasnya.(*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment