Sebelum dan Sesudah ke Armuzna, Konsumsi Jemaah di Hotel Diberikan Makanan Siap Saji  

MAKKAH – Jemaah haji Indonesia akan memperoleh enam paket makanan siap saji atau ready to eat (RTE) yang didistribusikan menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Paket makanan tersebut akan diberikan pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah sebagai langkah antisipasi untuk memastikan kebutuhan konsumsi jemaah tetap terpenuhi selama masa pergerakan menuju dan dari Armuzna.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau langsung kesiapan distribusi makanan siap santap di dua dapur penyedia konsumsi yang berada di kawasan Jabal Nur dan Ash Shara’i, Jumat (22/5/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Dahnil didampingi dua anggota Amirulhaj 2026, yakni Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana dan Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah.

Selain enam paket yang dibagikan di hotel tempat jemaah menginap, para jemaah juga akan mendapatkan tambahan 15 porsi makanan RTE saat berada di kawasan Armuzna.

Rincian distribusi enam paket makanan itu terdiri atas tiga kali makan pada 7 Dzulhijjah, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam.

Kemudian pada 8 Dzulhijjah, jemaah akan menerima satu paket RTE untuk sarapan pagi sebelum bergerak menuju Arafah.

Sementara pada 13 Dzulhijjah, setelah rangkaian mabit di Mina selesai, jemaah akan mendapatkan dua paket makanan untuk makan siang dan makan malam.

Menurut Dahnil, aspek konsumsi menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji, terutama menjelang fase puncak yang melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara.

Karena itu, pihak Amirulhaj melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan dapur, ketersediaan stok makanan, serta proses distribusi ke hotel-hotel jemaah.

“Jadi, (kami mengecek-red) apakah distribusinya sudah tersedia di sini, kemudian apakah sudah didistribusikan ke hotel-hotel (jemaah-red),” kata Dahnil, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, distribusi makanan siap santap untuk kebutuhan jemaah sebelum pelaksanaan Armuzna idealnya telah dilakukan dua hari sebelumnya, yakni pada 22 hingga 23 Mei 2026.

“Ini contoh yang akan dibawa dan diterima jemaah,” jelasnya.

Dahnil mengungkapkan, salah satu dapur konsumsi di wilayah Jabal Nur bertugas melayani distribusi paket makanan ke tiga hotel yang dihuni hampir 4.000 jemaah Indonesia.

“Mereka sudah distribusikan hari ini,” kata Dahnil menjelaskan.

Meski demikian, ia menyebut masih terdapat beberapa dapur yang belum memulai proses distribusi.

Karena itu, pihaknya meminta seluruh penyedia konsumsi memastikan pengiriman makanan selesai sesuai jadwal.

“Kami ingin pastikan nanti malam semuanya harus sudah terdistribusikan,” kata Dahnil.

Menurutnya, kesiapan distribusi konsumsi menjadi hal penting karena persoalan makanan kerap muncul saat fase puncak haji berlangsung.

Kepadatan lalu lintas serta penutupan sejumlah ruas jalan menuju Armuzna sering kali menghambat pengiriman makanan segar kepada jemaah.

“Makanya, makanannya harus makanan yang ready to eat atau makanan yang tahan lama,” pungkasnya.(*/Red/MCH-2026)

Dahnil Anzar SimanjuntakHaji 2026Wamenhaj
Comments (0)
Add Comment