MADINAH – Rasa cemas sempat menyelimuti jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BPN 9 yang saat ini berada di Madinah.
Pada Selasa (16/6/2026), para jemaah dikejutkan oleh kabar gempa bumi yang menerjang wilayah asal mereka di Palu, Sulawesi Tengah.
Informasi tersebut seketika memicu kepanikan. Bagi para jemaah, kabar ini mengoyak kembali memori kolektif dan trauma mendalam akibat bencana dahsyat yang melanda tanah kelahiran mereka pada tahun 2018 silam.
Begitu mendengar kabar gempa, suasana di maktab sempat berubah tegang karena jemaah langsung berbondong-bondong menghubungi keluarga di kampung halaman.
Melihat kepanikan yang melanda anggotanya, Ketua Kloter BPN 9, Muh Syamsu Nursi, segera mengambil langkah cepat untuk menenangkan situasi.
Ia berinisiatif merangkul dan mengajak seluruh jemaah untuk mengalihkan kekhawatiran menjadi kekuatan doa melalui ibadah bersama.
”Kami langsung mengajak seluruh jemaah untuk bersama-sama melaksanakan salat berjemaah di Masjid Nabawi. Di sana, kami memohon dan berdoa dengan khusyuk untuk keselamatan serta perlindungan masyarakat di tanah air,” ujar Syamsu saat ditemui di Bandara AMAA Madinah, Kamis (18/6/2026).
Berdasarkan komunikasi terakhir, pihak kloter memastikan bahwa tidak ada satu pun anggota keluarga dari jemaah BPN 9 yang menjadi korban dalam musibah tersebut.
Meskipun demikian, untaian doa terus dipanjatkan agar warga di tanah air senantiasa diberikan keselamatan dan perlindungan dari marabahaya. Berkat kepastian kabar dari rumah, kondisi psikologis jemaah kini sudah kembali tenang.
Saat ini, Syamsu beserta seluruh jemaah sudah kembali fokus mempersiapkan diri untuk perjalanan pulang.
Mereka mengaku sudah tidak sabar untuk segera melepas rindu dengan keluarga.
Sesuai jadwal, jemaah Kloter BPN 9 akan bertolak ke Indonesia melalui Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (AMAA) Madinah.
Pesawat dijadwalkan terbang pada pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS) dan diperkirakan mendarat di tanah air pada hari Jumat pukul 09.00 WIB. (*/Red/MCH-2026)