Gagasan dari ‘Lorong Diskusi’
Menjelang dilaksanakannya Muktamar XX dan Milad 105 Tahun Mathla’ul Anwar, para
akademisi Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten menggelar ‘ngopi diskusi’
kegiatan Lorong Diskusi dengan Tema “Pertarungan Gagasan Calon di
Muktamar Mathla’ul Anwar”.
Hadir menjadi panelis diantaranya KH. Embay Mulya Syarif, KH. Yayan Hasuna
Hudaya, KH. Muhammad Zen, dan KH. Andi Yudi Hendriyawan.
Kiai Embay Mulya Syarif sebagai salah satu kandidat Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar
dalam kesempatan tersebut menyampaikan dan menyebutnya muktamar sebagai urun
rembug agar organisasi kedepan semakin baik.
Kiai Embay mengatakan bahwa Mathla’ul Anwar sebagai organisasi pribumi di Banten, harus mampu menunjukkan eksistensi dengan berkontribusi lebih besar bagi bangsa ini.
Dalam kontestasi menuju Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Kiai Embay tidak ingin
mengatakannya sebagai pertandingan tapi lebih pada bersanding dengan para kandidat lainnya.
“Saya akan mengikuti mekanisme muktamar, dan saya tidak mau bertanding, tapi saya
mau bersanding,” tuturnya.
Saat namanya muncul dalam Muktamar XX Mathla’ul Anwar sebagai calon ketua
umum, ia menerimanya dengan baik, mengikuti sesuai dengan mekanisme muktamar.
Saat menyampaikan gagasan dalam ‘Lorong Diskusi’, Kiai Embay menyebut bahwa
visinya adalah untuk hari pembalasan. Sebab kita semua akan menuju ke sana, 2 (Dua)
waktu yang kita tunggu: waktu sholat dan waktu disholatkan.
Misi Kiai Embay adalah untuk ibadah, “mudah-mudahan yang dilakukan apapun itu jadi ibadah buat saya”. Kata Embay.
“Apalagi di Mathla’ul Anwar yang mengelola lembaga pendidikan, Mathla’ul Anwar ini
didirikan oleh para pendirinya dalam rangka dakwah. Parameternya adalah kualitas mutu yang harus kita tingkatkan,” sambung Kiai Embay.
“Di era persaingan yang bebas. Kita bukan hanya bersaing dengan orang Banten. Kita
bersaing dengan orang dari luar negeri. Kita akan tersingkirkan dengan sendirinya jika tidak mampu bersaing. Kedepan kita satukan hati dan tekad memajukan Mathla’ul Anwar
semaju-majunya dan Mudah-mudahan apapaun yang kita lakukan, menjadi amal jariyah kelak,” sambung Kiai Embay.
Penulis bersaksi, Kyai Embay adalah sosok seorang figur yang ‘pantas dan layak’ untuk
dihormati dan dikagumi, Kiai Embay memiliki kharisma, nasihat-nasihatnya menjadi
imun keimanan bagi penulis dan bagi para peserta ‘Lorong Diskusi’ secara khusus pada waktu itu.