Inklusivisme Mathla’ul Anwar
Kini Kyai Embay jadi orang nomor satu di Mathla’ul Anwar. Dalam pidato perdana
menjadi Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Periode 2021-2026, Kiai Embay
mengatakan akan membawa Mathla’ul Anwar menjadi lebih maju, modern, profesional sebagai gerakan Islam yang mengusung misi ‘Inklusivisme’.
Setelah selesai pemilihan, Kiai Embay menyampaikan terima kasih kepada para
Muktamirin yang telah memberikan amanah kepadanya.
“Saya ingin bergandengan tangan dengan para Muktamirin dan seluruh kader untuk
membesarkan Mathla’ul Anwar,” ungkap Kiai Embay.
“Saya punya tanggung jawab untuk mengembalikan Mathla’ul Anwar ke khittah nya sebagai ormas Islam yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah dan sosial, Menjadi mitra pemerintah dalam menyiapkan SDM yang berkualitas dan berintegritas, memperkuat tali
persaudaraan dalam keberagaman,” ucapnya.
Kiai Embay juga menegaskan bahwa selain membenahi persoalan pendidikan, Mathla’ul Anwar juga harus memikirkan masalah sosial.
“Dengan potensi yang dimiliki, InsyaAllah kita akan mampu berkontribusi lebih besar dalam membangun bangsa ini,” kata Kiai Embay.
Kiai Embay juga berjanji membawa gerakan ‘Inklusivisme’ yang lebih dinamis di
Mathla’ul Anwar. Hingga 2026 mendatang, ia ingin Mathla’ul Anwar makin produktif
berkontribusi untuk umat, bangsa dan dunia.
“Mathla’ul Anwar akan menjadi mitra pemerintah dalam menyiapkan SDM yang
berkualitas dan berintegritas,” kata Kiai Embay Mulya Syarief.
Dia mengimbau semua pihak untuk memperkuat tali persaudaraan dalam
keberagaman.
Kiai Embay Mulya Syarief berharap Mathla’ul Anwar (MA) dapat menjadi organisasi yang menampilkan citra Islam yang ramah, damai, dan rahmatan lil alamin.
Mathla’ul Anwar, menurut Kiai Embay, dapat berkembang pesat jika tumbuh melalui
pendekatan dakwah, bukan melalui pendekatan politis dan fikih.
“Prinsip dakwah itu mengajak dan merangkul segala komponen masyarakat, apapun
alirannya. Bahkan orang kafir juga tidak harus dimusuhi, karena mereka adalah ladang dakwah bagi Mathla’ul Anwar,” kata Kiai Embay.
”Saya meminta Mathla’ul Anwar terus menjaga komitmen dan khittah-nya dengan terus mengajarkan Islam yang wasathy, yaitu Islam yang ramah, bukan Islam yang marah,”
katanya.