Oleh: Nanas Nasihudin
Pemilihan Umum 2029 masih terhitung sekitar dua setengah tahun lagi. Namun, denyutnya sudah mulai terasa. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia memperkirakan tahapan Pemilu 2029 akan mulai bergulir pada Juni 2027, memberi waktu sekitar 20 hingga 22 bulan bagi penyelenggara untuk mempersiapkan seluruh rangkaian pesta demokrasi terbesar di negeri ini.
Di tengah hitungan mundur itu, satu pertanyaan mengemuka: sejauh mana generasi muda—yang kelak akan menjadi tulang punggung pemilih—telah dipersiapkan?
Di Kota Serang, jawabannya mulai terbaca jelas. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Serang periode 2025–2029, yang resmi dilantik pada 19 Januari 2026, telah menancapkan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi organisasi kepemudaan biasa.
Mereka mengusung visi besar: membangun pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, dan berdaulat dalam demokrasi. Bukan sekadar slogan, ini adalah peta jalan yang mulai diwujudkan melalui berbagai program strategis, salah satunya Sosialisasi Kepemiluan dan Pendidikan Pemilih yang rencananya digelar pada 26 September 2026 mendatang.
Babak Baru Kepemimpinan, Semangat Baru untuk Demokrasi
Proses kepemimpinan baru PDPM Kota Serang lahir melalui Musyawarah Daerah (Musyda) ke-IV yang digelar pada 20 Desember 2025 di Nunia Tamansari Hotel Kota Serang.
Mengusung tema “Transformasi Kader untuk Kota Serang Maju”, forum tertinggi di tingkat daerah ini tidak hanya menjadi ajang pergantian pengurus, tetapi momentum konsolidasi gagasan dan regenerasi kepemimpinan.
Melalui mekanisme demokratis yang melibatkan perwakilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dari seluruh kecamatan, terpilihlah sembilan formatur yang kemudian menetapkan Ari Nurrohman sebagai Ketua, Ade Rohmanudin sebagai Sekretaris, dan Moch. Fahmi Abduh sebagai Bendahara.
Pelantikan yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Banten itu terbilang istimewa.
Untuk pertama kalinya, pelantikan pengurus daerah Pemuda Muhammadiyah dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla.Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan pesan kuat bahwa kader di Kota Serang memiliki tanggung jawab besar untuk terus relevan dengan tantangan zaman.
“Harus ada pembaruan etos kerja, pembaruan komitmen, dan perbaikan prestasi. Pemuda Muhammadiyah harus terus relevan dengan tantangan zaman,” tegas Dzulfikar dalam arahannya.
Menyongsong 2029: Ketika Pemilih Muda Jadi Penentu
Mengapa peran PDPM Kota Serang dalam menyongsong Pemilu 2029 menjadi begitu krusial? Jawabannya terletak pada komposisi demografi pemilih.
Berdasarkan data KPU RI per Juli 2026, pemilih dari kelompok Milenial dan Gen Z diperkirakan mencapai sekitar 56 persen dari total pemilih pada Pemilu 2029.
Generasi Z diprediksi akan menjadi salah satu kelompok pemilih terbesar, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Jumlah yang fantastis ini menjadikan pemilih muda sebagai penentu utama tingkat partisipasi sekaligus kualitas demokrasi di Indonesia.
Namun, besarnya jumlah pemilih muda tidak otomatis berbanding lurus dengan kualitas partisipasi. Di era banjir informasi dan media sosial, generasi muda justru menghadapi tantangan yang tak kalah berat: hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, politik identitas, hingga politik uang yang semakin masif.
Di sinilah peran organisasi kepemudaan seperti PDPM Kota Serang menjadi sangat strategis. Mereka hadir sebagai jembatan antara penyelenggara pemilu dan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memastikan bahwa hak pilih digunakan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Sosialisasi Kepemiluan: Ruang Edukasi yang Dinanti
Salah satu wujud nyata keseriusan PDPM Kota Serang adalah rencana penyelenggaraan Sosialisasi Kepemiluan dan Pendidikan Pemilih pada 26 September 2026 di Hotel Puri Kayana Serang.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi, dialog, dan peningkatan literasi demokrasi bagi kader Pemuda Muhammadiyah, pemuda, mahasiswa, pelajar, serta masyarakat Kota Serang secara umum.
Tema yang diusung—”Membangun Pemilih Cerdas, Kritis, Berintegritas dan Berdaulat dalam Demokrasi”—mencerminkan kesadaran bahwa demokrasi yang berkualitas tidak hanya membutuhkan penyelenggara pemilu yang profesional, tetapi juga masyarakat yang memiliki pengetahuan, kesadaran, dan integritas sebagai pemilih. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk edukatif, dialogis, dan partisipatif, sehingga peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga diajak berdiskusi dan menyampaikan pandangan secara langsung.
Berbagai materi akan disampaikan oleh narasumber-narasumber kompeten, mulai dari Anggota KPU Republik Indonesia yang diharapkan hadir dari unsur Ibu Iffa Rosita, Komisioner KPU Provinsi Banten, Komisioner KPU Kota Serang, hingga akademisi dan tokoh pemuda.
Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai sistem kepemiluan, hak dan kewajiban pemilih, literasi digital, serta bahaya politik uang dan politik identitas.
Tidak berhenti di situ, kegiatan ini juga akan diisi dengan simulasi pemungutan dan penghitungan suara, serta diakhiri dengan deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen generasi muda untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi secara damai, kritis, bertanggung jawab, dan berintegritas.
Targetnya ambisius: minimal 250 peserta hadir, 90 persen mengikuti kegiatan sampai selesai, dan 80 persen mampu memahami materi kepemiluan yang disampaikan.
Lebih dari Sekadar Pemilu: Membangun Karakter Pemilih
Bagi PDPM Kota Serang, pendidikan kepemiluan bukanlah kegiatan insidental yang hanya digelar menjelang pemilu.
Ini adalah bagian dari proses kaderisasi berkelanjutan yang telah lama menjadi nafas organisasi. Dalam berbagai kesempatan, PDPM Kota Serang secara konsisten membangun sinergi dengan berbagai pihak.
Halalbihalal lintas periode yang digelar pada April 2026, misalnya, menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar-kader lintas generasi sekaligus memperkuat fondasi pergerakan organisasi.
Ketua PDPM Kota Serang, Ari Nurrohman, menegaskan bahwa organisasinya harus mampu menjalankan peran ganda secara seimbang.
“Secara internal kami harus lebih optimal menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat. Secara eksternal, kami juga harus peka membaca, memahami, hingga melakukan advokasi terhadap kebijakan pemerintah bila diperlukan,” ujarnya.
Ari juga menekankan pentingnya posisi organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis pemerintah yang setara—siap mendukung agenda pembangunan, tetapi juga menjadi penyeimbang ketika ada kebijakan yang dinilai kurang berpihak kepada masyarakat.
Pandangan ini sejalan dengan semangat Pemuda Muhammadiyah secara nasional. Seperti yang pernah disampaikan oleh Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, “Bagi Pemuda Muhammadiyah, demokrasi tidak hanya soal elektoral semata, namun juga penting menghadirkan pemikiran dan gagasan terbaik anak bangsa.”
Pemuda Muhammadiyah tidak anti-politik, tetapi menjadikan politik sebagai salah satu segmen dakwah dalam gerakan perjuangannya.Politik yang diusung adalah politik nilai, politik adiluhung yang menjunjung tinggi moralitas dan integritas.
Kota Serang Berkemajuan: Sebuah Visi yang Terus Digelorakan
Visi “Kota Serang Berkemajuan” yang diusung PDPM Kota Serang bukanlah sekadar tema seremonial. Ini adalah cerminan dari kesadaran bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia, termasuk di dalamnya kualitas partisipasi politik warganya.
Pemilu yang berkualitas akan melahirkan pemimpin yang berkualitas, dan pemimpin yang berkualitas akan mendorong pembangunan yang berpihak pada rakyat.
Anggota KPU RI, Iffa Rosita, yang hadir dalam Musyda IV PDPM Kota Serang, menekankan pentingnya peran kader Muhammadiyah untuk hadir dan berkontribusi aktif di berbagai sektor strategis.
“Kader Muhammadiyah harus mampu berdiaspora, hadir di ruang-ruang pengabdian, dan membawa nilai Islam berkemajuan untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan,” pesannya.
Pesan ini menjadi penguatan bagi PDPM Kota Serang bahwa peran mereka tidak terbatas pada ranah organisasi, tetapi mencakup pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat.
Menatap 2029 dengan Optimisme dan Persiapan Matang
Pemilu 2029 akan menjadi ujian besar bagi demokrasi Indonesia. Dengan pemilih muda yang mendominasi, kualitas partisipasi generasi muda akan sangat menentukan arah bangsa ke depan.
Di sinilah peran PDPM Kota Serang menjadi semakin penting. Mereka tidak hanya menyiapkan kader, tetapi juga menyiapkan masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas.
Kegiatan Sosialisasi Kepemiluan dan Pendidikan Pemilih yang direncanakan pada 26 September 2026 adalah salah satu langkah awal dari perjalanan panjang menuju 2029.
Namun, komitmen PDPM Kota Serang tidak berhenti di satu kegiatan. Mereka terus membangun sinergi dengan penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan lain, dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan bahwa pendidikan demokrasi berjalan berkelanjutan.
Demokrasi yang sehat membutuhkan pemilih yang sehat. Pemilih yang sehat adalah pemilih yang tidak mudah dihasut, tidak tergiur politik uang, tidak terpecah oleh politik identitas, dan mampu menentukan pilihan berdasarkan informasi yang benar serta pertimbangan yang rasional. Inilah yang ingin dibangun oleh PDPM Kota Serang.
Penutup: Sebuah Ikhtiar untuk Demokrasi yang Lebih Baik
PDPM Kota Serang telah menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan dapat menjadi aktor penting dalam penguatan demokrasi.
Melalui pendidikan pemilih, sosialisasi kepemiluan, dan penguatan kader, mereka mengambil peran strategis dalam menyongsong Pemilu 2029. Bukan sebagai tim sukses partai politik tertentu, bukan pula sebagai alat kepentingan kekuasaan, melainkan sebagai mitra kritis yang hadir untuk mencerahkan masyarakat.
Seperti yang tertuang dalam proposal kegiatan mereka, “Kami meyakini bahwa demokrasi yang berkualitas tidak hanya membutuhkan penyelenggara Pemilu yang profesional, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang memiliki pengetahuan, kesadaran, dan integritas sebagai pemilih.” Keyakinan inilah yang menjadi pegangan PDPM Kota Serang dalam setiap langkahnya.
Pemilu 2029 masih dalam hitungan tahun, tetapi persiapan harus dimulai dari sekarang. Dan di Kota Serang, Pemuda Muhammadiyah telah menunjukkan kesiapan itu.
Bukan sekadar siap menyambut pesta demokrasi, tetapi siap menjadi bagian dari solusi untuk demokrasi yang lebih bermartabat.
Fastabiqul Khairat.
—
Penulis adalah Ketua KPU Kota Serang dan Ketua PDPM Kota Serang periode pertama.