Uwais Al Qorni Masa Kini Itu Bernama Dahnil Anzar Simanjuntak

Oleh: Ari Rian – PPIH 1447 H

Dia merancang pelatihan petugas haji terlama sepanjang sejarah. Ketika saya tanya kepadanya “publik protes upaya militerisme petugas haji?”. Tanpa ragu, Bang Dahnil menjawab “iya, memang ala militer. Kita butuh model pelatihan ala militer untuk petugas haji, karena mereka akan menjaga jamaah haji di tanah suci, menjaga ibu-bapak mereka” begitu jawaban tegasnya.

Tidak sedikit publik baik DPR, netizen yang mencibir model pelatihan yang digagas Bang Dahnil untuk petugas haji tersebut. Olok-olokan memenuhi sosial media, tapi Bang Dahnil bergeming, dia tetap kukuh menggunakan narasi “memang ala militer”.

Sikap yang sama kukuh terlihat dari Gus Irfan sang Menteri Haji dan Umrah yang bersahaja. Duo tokoh sepuh dan anak muda. Duo NU dan Muhammadiyah ini agaknya menjadi model kepemimpinan baru.

Tidak ada kementerian Presiden Prabowo Subianto yang sekompak dan sinergis seperti Gus Irfan dan Bang Dahnil ini. Duo orang ini bak duet Kyai yang sejuk dengan Panglima Perang yang siap menerjang semua halang rintang dalam peperangan besar.

Saya kembali ke Bang Dahnil. Dia langsung kawal pelatihan ala militer petugas haji di Asrama Haji Pondok gede selama sebulan kurang, dia paling sering mengecek kami yang sedang berlatih mungkin karena latarbelakangnya lama sebagai Jubir militer di Kementerian Pertahanan, ngobrol santai sambil memberikan pengetahuan tentang tata kelola haji, memimpin apel subuh atau malam, bahkan rutin menantang lari subuhan semua peserta pelatihan, dan dari sekitar 1600an peserta pelatihan biasanya yang kuat mengikuti stamina Bang Dahnil, hanya para prajurit TNI dan Polri.

Hasilnya, 1600an peserta pelatihan petugas haji ala militer yang kami lalui tersebut sukses membentuk kekompakan, kedisiplinan dan pengetahuan-pengetahuan teknis lapangan terkait haji dan fiqg haji. Hal tersebut bisa dilihat ketika kami berada di “medan tugas”.

Pujian demi pujian datang untuk petugas haji 2026 yang selalu hadir bersama jamaah dimana pun berada, tanpa lelah, sekali lagi karena kami terinspirasi dengan kehadiran Bang Dahnil. Semua petugas selalu menjadikan Bang Dahnil Role Model, dia selalu ada dilapangan bersama kami, bersama jamaah.

Mulai meyapa jamaah, membantu jamaah, hadir di hotel-hotel, tenda arafah, menertibkan muzdalifah, Tenda Mina, bahkan Bang Dahnil tak segan dengan tegas menegur petugas atau jamaah yang tak tertib. Kehadirannya dirasakan oleh Petugas dan jamaah. Kami seperti diawasi terus menerus.

Bahkan, suara bang Dahnil selalu terdengar melalui voice note di group-group WA kami, memberikan instruksi dan semangat. Mendengarnya, membuat semua petugas bergegas melaksanakan semua perintah, tidak bossy, karena dia ada dilapangan langsung, bahkan dia lebih tahu kondisi lapangan. Baterry-nya gak habis-habis. Mungkin itu buah latihan ekstra dia setiap hari lari pagi dan bertinju.

Saya mengikuti, sepak terjangnya dilapangan, terlihat semua jamaah mengenalnya, swa foto, dikerubuti jamaah selalu dia alami. Dia tak bisa berjalan bebas, pasti selalu diserbu oleh jamaah tua, muda, nenek-nenek, emak-emak dan bapak-bapak. Bahasa dia menyapa ringan seperti keluarga.

Kami para petugas haji seperti menemukan pemimpin yang selalu bersama kami. Bagian yang tak terlupakan adalah, bang Dahnil sama sekali tak pernah terlihat mengenakan ihram, atau melakukan prosesi Haji secara khusus kecuali melakukan umrah wajib ketika tiba di Mekkah, selebihnya dia lebih banyak bertugas, ketika seorang wartawan senior Aiman Wicaksana mendesak, kenapa bang Dahnil tidak mengenakan ihram di arafah? Apakah berhaji dengan membayar DAM? Dia hanya menjawab. “Biar Allah SWT yang tahu dan menentukan, ibadah ku adalah tugas ku, tugas ku adalah ibadah ku”. Jawaban ini bagi saya dalam, ada dedikasi dan falsafah yang disampaikan bang dahnil.

Tapi, ketika sesi khusus dengan wartawan ada satu kalimat yang terlalu sering diucapkan Bang Dahnil, ” gw berharap ini terakhir gw ngurusi haji, mudah-mudahan di resuffle Pak Presiden Prabowo” ketika ditanya kenapa bang, kan sudah bagus lho.

Dia selalu menjawab ” gw takut bro, takut banget, setiap memandangi jamaah baik itu hati gw tenang dan gembira tapi ketika lihat kelakuan orang-orang yang tega menjadikan mereka komoditas baik dari dalam dan luar negeri yang sering gw sebut kartel haji, gw kesel dan marah sekaligus takut gw terpeleset”. “Ya mudah-mudahan Pak Presiden menugaskan gw di Medan tugas yang lain, bukan Haji”. Begitu ungkapnya.

Terlepas apakah Bang Dahnil dan Gus Irfan akan tetap menjadi duo atau curhatan Bang Dahnil tersebut adalah sinyal resuffle, bahwa dia akan ditempatkan di Kementerian yang lain, saya hanya ingin menyatakan ijtihad Presiden Prabowo Subianto kali ini tepat banyak perubahan berarti dalam tata kelola haji ditangan duo NU-Muhammadiyah yang kader Gerindra ini.

Bila saya bertanya ke jamaah semuanya sepakat haji kali ini luar biasa, bahkan Wakil Menteri Agama, Romo Syafii berulangkali menyatakan “ini sejarah tata kelola haji oleh Presiden Prabowo”.

Dan, salah satu tokoh kunci perubahan mendasar tersebut dari sekian banyak orang yang berkontribusi adalah Dahnil Anzar Simanjuntak. Uwais Al Qorni masa kini. Semoga beliau tetap sehat dan tetap bisa berkontribusi untuk Umat dan bangsa.

Mekkah, 30 Mei 2026.

Comments (0)
Add Comment