PANDEGLANG – Rangkaian acara Tasyakuran dan Ruwat Laut Carita 2026 resmi dibuka. Mengusung semangat melestarikan budaya leluhur sekaligus menjaga ekosistem laut, pembukaan kegiatan sakral ini berlangsung meriah di Mutiara Carita Cottages, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC), E.A. Supriadi yang akrab disapa Franky menyampaikan bahwa festival budaya ini akan menjadi agenda panjang yang berlangsung selama hampir satu bulan penuh, mulai dari 10 Juni hingga 28 Juni 2026.
”Tujuan utama kami adalah merawat budaya leluhur yang sakral. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi destinasi wisata unggulan di Carita. Terbukti bahwa unsur budaya memegang peran penting dalam mengangkat sektor pariwisata ke depan,” ujar Franky.
Untuk memeriahkan suasana, panitia telah menyiapkan beragam kegiatan menarik, mulai dari open turnamen voli, pagelaran budaya, lomba karaoke, jalan santai, sepeda santai, hingga senam aerobik.
Tidak tanggung-tanggung, pihak panitia juga menyediakan berbagai doorprize menarik bagi pengunjung, seperti peralatan elektronik hingga hadiah utama berupa paket umrah untuk dua orang gratis fasilitas hotel berbintang.
Franky menambahkan, kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak, mulai dari tingkat Kecamatan, Kepolisian, TNI, Puskesmas, Basarnas, hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Puncak acara ini pun ditargetkan mampu mendongkrak perekonomian lokal secara signifikan.
”Pada puncak acara nanti, akan ada parade 500 perahu (boat). Mengingat antusiasme tamu yang datang dari berbagai daerah seperti Serang, Pandeglang, hingga Labuan, kami menargetkan sekitar 2.000 hingga 3.000 pengunjung akan hadir memeriahkan acara ini,” jelasnya.
Sebagai bentuk penguatan potensi wisata daerah, KPPC juga berencana mengundang perwakilan dari Kementerian Pariwisata serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk hadir langsung pada puncak acara ruwat laut tersebut.
Dukungan penuh juga datang dari sektor swasta. General Manager Mutiara Carita Cottages, Martoni Sahari, menyatakan bahwa keterlibatan pihaknya dalam kepanitiaan merupakan bentuk kepedulian terhadap eksistensi tradisi lokal.
”Poin utamanya, ini adalah budaya masyarakat Carita yang wajib dijaga. Kontribusi ini bisa dianggap sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) kami di Mutiara Carita,” terang Martoni.
Martoni berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan juga wadah edukasi bagi para nelayan agar lebih bijak dalam mengelola kekayaan alam dan menjaga kelestarian laut.
Ia pun melihat potensi besar acara ini sebagai magnet wisata baru di kawasan Carita.
”Jika dikelola dengan baik, agenda ini sangat potensial menjadi daya tarik wisata utama di Carita. Meski tahun ini baru langkah awal, setelah promosi digencarkan, kami yakin ini bisa menjadi event tahunan yang besar,” tuturnya.
Ia mengakui, persiapan yang ideal untuk acara berskala seperti ini minimal membutuhkan waktu enam bulan agar hasilnya lebih maksimal.
Kendati demikian, Martoni tetap optimistis kegiatan tahun ini mampu mempererat kebersamaan para nelayan dan komunitas di Carita, sekaligus membawa dampak ekonomi yang positif bagi warga sekitar.***