SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melakukan pendataan calon penerima sekaligus menyiapkan pelatihan pengoperasian becak listrik bagi pengemudi becak yang mendapatkan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Pelatihan tersebut mencakup tata cara mengoperasikan becak listrik hingga proses pengisian daya baterai sebelum bantuan didistribusikan kepada penerima.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, mengatakan dari lebih 200 calon penerima yang diusulkan Pemkab Serang, sebanyak 190 pengemudi becak dinyatakan lolos setelah melalui proses verifikasi administrasi dan validasi.
Ahmad Muhibbin menjelaskan, bantuan becak listrik tersebut merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo terhadap masyarakat kecil yang masih bekerja sebagai pengemudi becak di usia senja.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas bantuan yang dinilai dapat meringankan beban para pengemudi becak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden H. Prabowo Subianto yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Serang yang berprofesi sebagai pengemudi becak aktif,” kata Ahmad Muhibbin.
Menurutnya, pembatasan usia minimal 55 tahun didasarkan pada perhatian terhadap kondisi para pengemudi becak yang masih harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, meskipun kemampuan fisik mereka tidak lagi sekuat saat usia muda.
Dengan adanya becak listrik, para pengemudi diharapkan dapat terus bekerja dan memperoleh penghasilan tanpa harus mengandalkan tenaga fisik sepenuhnya.
“Di usia senja, para pengemudi becak ini masih berjibaku mencari nafkah dengan tenaga yang tidak lagi sekuat dahulu. Karena itu, bantuan becak listrik ini diharapkan dapat memudahkan mereka dalam bekerja,” ujarnya.
Ahmad menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang sebelumnya mengusulkan lebih dari 200 calon penerima bantuan.
Namun, setelah melalui proses verifikasi administrasi dan validasi terhadap calon penerima, jumlah bantuan yang ditetapkan sebanyak 190 unit.
Ia menyebut bantuan tersebut bersumber dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto.
Terkait pendistribusian, Ahmad mengatakan prosesnya akan ditangani Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Penyaluran bantuan akan dilakukan setelah para calon penerima mengikuti pembekalan teknis mengenai penggunaan becak listrik.
Materi pelatihan mencakup tata cara mengoperasikan becak listrik hingga proses pengisian daya baterai.
Pelatihan ini dinilai penting agar para penerima memahami penggunaan kendaraan tersebut secara benar dan aman.
“Pendistribusiannya nanti dari pihak Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional. Yang pasti, pelaksanaan distribusi dilakukan setelah penyampaian materi teknis terkait cara mengoperasikan becak listrik,” jelasnya.
Ahmad menambahkan, bantuan tersebut tidak boleh disewakan ataupun dipindahtangankan kepada orang lain. Ketentuan itu bertujuan agar becak listrik benar-benar dimanfaatkan oleh penerima yang telah terdata.
Meski demikian, ia menilai keberadaan becak listrik juga berpotensi mendukung aktivitas pariwisata, khususnya di kawasan wisata Anyer dan Cinangka.
Menurutnya, pengemudi becak yang beroperasi di kawasan wisata dapat membantu mobilitas pengunjung, terutama di lokasi yang akses transportasi umumnya masih terbatas.
“Untuk becak wisata, yang dimaksud adalah pengemudi becak yang berada di wilayah wisata, misalnya Anyer dan Cinangka. Di kawasan tersebut, transportasi umum masih terbatas sehingga keberadaan becak dapat membantu aktivitas dan mobilisasi wisatawan,” pungkasnya.***