Cerita Supir Taksi Online Berani Lawan Begal di Lebak, Meski Ditembak dan Dipukulin

“Pas di tengah kebun sawit, jauh dari mana-mana, jauh dari perkampungan. Di situ ada lubang gede, mereka bilang awas ada lubang, dalem. Jadi saya ngerem, pelan-pelan. Pas tangan saya mau ngambil gigi 1 dan tangan satunya pegang stir, langsung kepala saya ditembak,” terangnya.

Bukan hanya ditembak, diakui Epi, jika dirinya langsung mendapat serangkaian pukulan dan tembakan dari para pelaku. Bahkan, seorang pelaku yang duduk di depan, menghujamkan sejumlah tendangan ke bagian badan dirinya.

“Pas ditembak di kepala, itu saya kleyengan, kuping pengang. Terus yang lain mukulin saya. Tapi gak berasa, karena rasa sakit itu lebih ke kepala akibat tembakan. Soalnya tembakan lain juga saya gak merasakan pas saat itu. Didalam (mobil) itu saya sempet melawan, membela diri,” kata Epi.

“Dan yang penumpang didepan itu nendangin saya, dia buka pintu sambil tangannya megangin pintu bagian atas, sambil nendangin saya, dia sambil teriak nyuruh temennya ngambil kunci mobil,” imbuhnya.

Khawatir para pelaku berhasil merebut kunci mobil, Epi pun langsung bergegas keluar sembari mengambil handphone miliknya dan kunci mobil. Kemudian, ia pun mencoba menantang para pelaku untuk berduel. Namun para pelaku justru memilih untuk melarikan diri ke dalam perkebunan sawit.

“Saya menyelamatkan hp dan ambil kunci, langsung keluar, dan saya ajak duel. Tapi mereka kabur, karena mungkin kehabisan peluru,” ujarnya.

Kaget dengan peristiwa yang dialaminya, Epi pun langsung menghubungi rekan-rekannya sesama supir taksi online untuk menolongnya. Sempat menjalani perawatan di RSUD Adjidarmo, Epi pun melaporkan hal tersebut ke Mapolres Lebak untuk ditindaklanjuti.

“Saya sempet diam, syok. Terus nelepon temen, dibawa berobat, terus langsung visum dan lapor polisi,” tandasnya. (*/YS)

Comments (0)
Add Comment