SERANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang akan meninjau ulang desain pembangunan arena skateboard atau skatepark menyusul sorotan komunitas skateboard dan BMX terhadap sejumlah bagian fasilitas yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan olahraga tersebut.
Peninjauan dilakukan langsung oleh Kepala DPUPR Kota Serang, Ibra Gholibi, bersama perwakilan komunitas skateboard dan BMX.
Langkah ini diambil setelah pembangunan skatepark ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Ibra mengatakan, pihaknya telah mengundang komunitas untuk berdiskusi sekaligus menerima saran dan masukan terkait desain serta tata letak sejumlah arena yang sedang dibangun.
“Alhamdulillah, hari ini saran dan masukan dari teman-teman komunitas sudah disampaikan dan bisa kita akomodasi. Mudah-mudahan skatepark ini bisa kita sesuaikan agar nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan oleh komunitas,” ujar Ibra, Rabu (28/10/2026).
Ia mengakui, komunikasi dengan komunitas kemungkinan belum berjalan optimal pada tahap perencanaan.
Terlebih, dirinya baru sekitar dua pekan menjabat sebagai pimpinan DPUPR Kota Serang.
Menurutnya, masukan dari komunitas menjadi bahan evaluasi penting, terlebih pembangunan masih berlangsung sehingga penyesuaian desain dapat dilakukan sebelum pekerjaan selesai.
“Kalau kita membangun rumah, dalam perencanaan mungkin ada tata letak yang kurang pas. Mumpung masih dalam proses pembangunan, masih bisa kita sesuaikan,” jelasnya.
Ibra memastikan, sejumlah bagian skatepark akan ditata ulang, termasuk beberapa elemen atau obstacle yang digunakan untuk menunjang aktivitas skateboard.
Meski demikian, ia belum merinci jumlah dan bagian yang akan dibongkar atau diperbaiki.
Menurutnya, progres pembangunan skatepark belum terlalu jauh sehingga penyesuaian diharapkan tidak terlalu memengaruhi waktu penyelesaian pekerjaan.
“Olahraga ini termasuk ekstrem dan membutuhkan perhatian terhadap keselamatan. Karena itu, faktor keselamatan menjadi hal utama yang harus kita maksimalkan melalui penyesuaian sesuai saran dan masukan teman-teman komunitas,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa secara umum luas area skatepark dinilai cukup.
Evaluasi lebih difokuskan pada desain, tata letak, dan kelayakan sejumlah elemen agar sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Sementara itu, salah seorang skater Serang dari komunitas United One, Rizky Anugrah, mengatakan desain awal skatepark masih memiliki sejumlah bagian yang dinilai kurang tepat untuk digunakan bermain skateboard.
Ia mencontohkan beberapa elemen, seperti quarter dan bank, yang menurutnya perlu ditinjau ulang agar sesuai dengan standar dan kebutuhan skater.
“Desain skatepark sebelumnya memang kurang proper. Karena itu, kami bersama Pak Kadis berencana mendesain ulang. Kami juga akan membawa spesialis yang biasa membuat skatepark dari Jakarta,” kata Rizky.
Rizky berharap keterlibatan komunitas dalam proses revisi desain dapat menghasilkan fasilitas yang benar-benar layak digunakan, khususnya bagi para skater di Kota Serang.
Menurutnya, aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama dalam pembangunan fasilitas olahraga ekstrem.
Desain yang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna dikhawatirkan membuat arena tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia mengapresiasi langkah DPUPR yang membuka ruang diskusi dengan komunitas untuk membahas berbagai kekurangan dalam desain skatepark.
Rizky berharap hasil revisi nantinya mampu menghadirkan fasilitas yang aman, sesuai kebutuhan, dan dapat menjadi ruang bagi perkembangan olahraga skateboard di Kota Serang.
“Semoga skatepark ini benar-benar berguna buat anak-anak Serang, terutama komunitas skateboard di Serang,” pungkasnya.***